Gaza City — Di tengah kondisi penuh reruntuhan akibat gempuran bom penjajah Isarel, warga Muslim di Jalur Gaza menggelar salat gaib dan doa bersama untuk para korban banjir bandang di Aceh dan Sumatera.
Salat gaib ini dilaksanakan pada Jumat (5/12/2025) seusai salat Jumat berjamaah di masjid sementara Almatwe, yang berada di kawasan Tuffah, Gaza City.
Salat Jumat tersebut menjadi yang pertama sejak masjid sementara Almatwe didirikan oleh Amanah Alvin Matondang bersama para pengikut dan relawan lokal. Meskipun beroperasi dengan fasilitas terbatas dan berdiri di tengah area yang rusak berat, masjid ini menjadi pusat aktivitas ibadah dan penguatan spiritual bagi warga Gaza.

Setelah salat Jumat, jamaah berdiri kembali untuk melaksanakan salat gaib bagi ratusan korban yang meninggal dalam bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Di antara puing-puing bangunan yang porak-poranda, suara takbir bergema lembut, disusul doa bersama yang dipimpin oleh imam setempat.
“Kami mungkin jauh, tetapi hati kami dekat dengan saudara-saudara di Aceh dan Sumatera. Mereka sedang dilanda musibah, dan kami pun hidup di tengah musibah. Doa adalah cara kami saling menguatkan,” ujar salah satu warga Gaza lokal yang turut menunaikan salat gaib tersebut.

Warga Palestina yang hadir juga menyatakan bahwa doa hari itu memiliki makna mendalam.
“Indonesia selalu mengirimkan doa dan bantuan untuk Gaza. Hari ini, meski kami juga berada dalam reruntuhan, kami ingin mengirimkan kekuatan yang sama untuk saudara kami di Aceh dan Sumatera,” tutur salah satu jamaah salat.
Melalui salat gaib dan doa bersama ini, warga Gaza kembali menunjukkan bahwa rasa persaudaraan tidak mengenal jarak maupun kondisi. Di tengah luka yang mereka alami sendiri, mereka tetap menyalakan semangat kepedulian untuk sesama.
Kegiatan ibadah di masjid sementara Almatwe diperkirakan akan terus berlanjut sebagai pusat penguatan spiritual sekaligus simbol ketangguhan warga Gaza dalam menjaga iman dan solidaritas.