NPC Indonesia Salurkan Beasiswa untuk 120 Mahasiswa Palestina, Simbol Persaudaraan di Tengah Krisis

Ramallah, NPC — Dalam wujud nyata solidaritas lintas bangsa, Nusantara Palestina Center (NPC) menyalurkan bantuan beasiswa darurat bagi 120 mahasiswa Palestina yang menempuh pendidikan di berbagai universitas di wilayah utara Palestina, terutama di bidang kedokteran dan ilmu kesehatan.

Kegiatan penyerahan bantuan ini berlangsung hari ini di kantor pusat Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Palestina, dalam sebuah pertemuan besar yang menggambarkan eratnya hubungan kemanusiaan antara Indonesia dan Palestina. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan dan Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Amjad Barham, Direktur Jenderal Lembaga Pusat Ilmiah untuk Kegiatan Sosial, Syekh Muhammad Jumhur, Ketua Dewan Pembina NPC Abdullah Onim, Wakil Asisten Menteri Bidang Perencanaan dan Pengembangan, Dr. Syadi al-Hilu, Prof. Murad Ubaid, serta puluhan mahasiswa penerima beasiswa beserta keluarga mereka.

Dukungan Nyata di Tengah Krisis Ekonomi

Program ini merupakan bagian dari proyek bertajuk “Bantuan bagi Mahasiswa Universitas di Palestina” yang dijalankan oleh Lembaga Pusat Ilmiah untuk Kegiatan Sosial di bawah bimbingan Menteri Barham dan dengan pendanaan penuh dari organisasi kemanusiaan Indonesia, NPC. Tujuannya adalah membantu mahasiswa Palestina melanjutkan studi mereka di tengah tekanan ekonomi yang berat akibat situasi politik dan sosial yang tidak menentu.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Amjad Barham menegaskan bahwa langkah ini mencerminkan kepedulian dan komitmen bersama antara pemerintah Palestina, lembaga sosial, dan rakyat Indonesia.

“Bantuan ini bukan sekadar dukungan finansial, melainkan juga pesan kemanusiaan: bahwa pendidikan adalah harapan dan masa depan bagi Palestina,” ujar Barham.

Ia menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada NPC dan Lembaga Pusat Ilmiah atas upaya berkelanjutan mereka mendukung mahasiswa Palestina. Menurutnya, kerja sama ini adalah simbol persaudaraan dan keadilan yang dijaga dengan ketulusan oleh rakyat Indonesia terhadap perjuangan Palestina.

Suara Solidaritas dari Indonesia

Melalui sambutan daring, Abdullah Onim, Ketua Dewan Pembina NPC sekaligus tokoh kemanusiaan asal Indonesia, menegaskan komitmen NPC untuk terus hadir mendampingi rakyat Palestina.

“Kami di Indonesia tidak akan pernah berhenti berdiri bersama Palestina. Dukungan untuk pendidikan adalah investasi untuk masa depan bangsa ini,” tegasnya.

Sementara itu, Syekh Muhammad Jumhur, Direktur Lembaga Pusat Ilmiah, menyebut para mahasiswa sebagai “pilar masa depan” yang akan membawa kebangkitan bagi masyarakat Palestina.

“Mereka adalah generasi yang akan membangun negeri ini kembali. Tugas kita adalah memastikan mereka tidak kehilangan haknya untuk belajar,” ujarnya.

Harapan dari Generasi Muda Palestina

Salah satu mahasiswi penerima bantuan turut menyampaikan rasa syukurnya. Dengan suara bergetar, ia berterima kasih kepada Kementerian Pendidikan Palestina, Lembaga Pusat Ilmiah, dan NPC Indonesia atas dukungan yang mereka berikan di tengah masa sulit.

“Bantuan ini memberi kami harapan baru untuk terus belajar dan mengabdi bagi Palestina,” ungkapnya penuh haru.

Program beasiswa ini bukan hanya soal bantuan finansial, tetapi juga simbol kasih persaudaraan antara Indonesia dan Palestina, dua bangsa yang terikat oleh nilai kemanusiaan dan perjuangan bersama. Melalui langkah nyata seperti ini, NPC kembali menunjukkan bahwa pendidikan adalah senjata paling kuat untuk membebaskan generasi muda dari belenggu penderitaan dan ketidakpastian.

Dengan kolaborasi antara lembaga sosial Palestina dan organisasi kemanusiaan Indonesia, harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi mahasiswa Palestina kian menyala di tengah gelapnya situasi yang mereka hadapi.

Diketahui, Nusantara Palestina Center (NPC)  saat ini merupakan Mitra Pengelola Zakat DT Peduli dengan No.Reg : 018/C-MPZ/LAZ-DTP/VIII/2025.

 

You might also like