Israel Tetapkan “Garis Kuning” di Utara Gaza dan Ancam Tembak Siapa pun yang Melanggar

Gaza, NPC – Kementerian Pertahanan Israel, sebagaimana dilansir RT Arabic, pada Jumat (17/10/2025), mengumumkan bahwa zona pembatas yang dikenal sebagai “Garis Kuning” sepanjang wilayah utara Jalur Gaza akan ditandai secara nyata dengan garis yang jelas dan menyambung, sesuai arahan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz.

Langkah ini bertujuan untuk mempertegas batas wilayah di sepanjang garis tersebut, di mana pasukan militer Israel masih berjaga sejak gencatan senjata diberlakukan. Tujuannya adalah mencegah anggota kelompok pejuang Palestina dan penduduk sipil Palestina mendekati wilayah tersebut, dengan penegasan bahwa setiap upaya melanggar garis ini akan direspons dengan tembakan langsung.

Militer Israel menyatakan telah melepaskan beberapa tembakan peringatan pada Kamis malam hingga Jumat pagi terhadap sejumlah penduduk Palestina yang dicurigai mendekati pasukan Israel di dekat “Garis Kuning” di dalam Jalur Gaza.

Sementara itu, pasukan Israel juga melanjutkan operasi keamanan di kota-kota Nablus, Jenin, Yerikho, dan Tulkarm di Tepi Barat. Dalam operasi tersebut, mereka mengamankan sejumlah senjata dan menangkap beberapa tersangka yang diduga terlibat dalam aktivitas yang disebut sebagai tindakan terorisme.

Setelah hampir dua tahun melakukan genosida di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023, Israel mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan pejuang Palestina. Kesepakatan tersebut mencakup langkah-langkah kemanusiaan seperti pembukaan jalur masuk bantuan dan mempermudah akses konvoi bantuan kemanusiaan.

Kesepakatan itu juga meliputi pertukaran tawanan, di mana pejuang Palestina membebaskan seluruh 20 tawanan hidup yang dimilikinya, sementara Israel berkomitmen membebaskan ribuan tahanan Palestina.

Kelompok pejuang Palestina juga menyerahkan sejumlah jenazah tawanan Israel, meskipun beberapa jenazah masih belum ditemukan akibat kerusakan parah dan sulitnya akses ke lokasi-lokasi tertentu.

Sejak 7 Oktober 2023, Israel dengan dukungan Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat telah membunuh lebih 67.000 penduduk Palestina dan melukai 170.000 orang lainnya, dengan sekitar 10.000 masih hilang di antara puing-puing bangunan yang dibombardir Israel.

(T.FJ/S: RT Arabic)

 

You might also like