Gaza, NPC – Militer Israel berdasarkan laporan media Israel, Walla, pada Rabu (17/09/2025), dilaporkan akan mengerahkan jumlah “yang belum pernah terjadi sebelumnya” kendaraan lapis baja pengangkut personel (APC) kendali jarak jauh yang dipasangi bahan peledak ke dalam Kota Gaza sebagai bagian dari operasi “Gideon’s Chariots 2”.
Langkah ini merupakan tahap pertama dari rencana tiga tahap yang dirancang oleh Mayor Jenderal Yaniv Asor untuk “menaklukkan” kota terbesar di Jalur Gaza, tempat ratusan ribu penduduk sipil Palestina masih terperangkap atau menolak untuk mengungsi.
“Fase ‘penembakan’ berfokus pada penghancuran besar-besaran infrastruktur terror, terutama pada malam hari, dengan berbagai metode, termasuk penggunaan robot di atas dan bawah tanah,” lapor Walla, mengutip sumber militer yang menyatakan bahwa “Gaza belum pernah dihantam seperti ini sebelumnya. Dan ini baru malam kedua.”
Senjata Israel ini dikenal di Gaza sebagai “robot jebakan”, kendaraan lapis baja yang sudah tidak lagi digunakan ini dipasangi bahan peledak dan dikendalikan dari jarak jauh untuk masuk ke kawasan perkotaan sebelum akhirnya diledakkan, menyebabkan ledakan besar dan kehancuran luas.
“Militer Israel mengirimkan robot-robot ini ke dekat rumah kami, dan dibiarkan diam di sana untuk meneror kami. Mereka tidak langsung meledakkannya, menunggu rasa takut membuat kami pergi. Tapi ketika kami tidak pergi, mereka tetap meledakkannya, tanpa peduli apakah ada warga sipil di sekitarnya,” kata Abdulwahhab Ismail, warga wilayah Saftawi di barat laut Gaza, kepada Mondoweiss bulan lalu.
Militer Israel menyebut praktik ini sebagai “APC bunuh diri”. Menurut laporan Walla, Tel Aviv telah menempatkan sejumlah besar kendaraan ini di luar garis pemisah Gaza.
“Berdasarkan perintah dari Kepala Komando Selatan IDF, Mayjen Yaniv Asor, penggunaan kendaraan ini meningkat drastis, dengan para perwira di lapangan melaporkan bahwa jumlah penggunaannya telah meningkat tiga kali lipat. Pasukan di lapangan bersaksi bahwa ratusan APC bermuatan bahan peledak telah bergerak ke arah perbatasan Gaza,” lapor Jerusalem Post awal bulan ini.
Pada Agustus lalu, media berbahasa Ibrani juga melaporkan bahwa perusahaan-perusahaan persenjataan Israel berencana meningkatkan produksi tank dan APC dengan anggaran yang melebihi 1,3 miliar dolar atau sekitar 21,3 triliun rupiah.
Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, setidaknya 100 robot jebakan digunakan di kawasan padat penduduk di dalam Gaza antara 13 Agustus hingga 3 September.
“Sebelumnya, militer hanya meledakkan satu atau dua bangunan dengan robot. Sekarang mereka hancurkan puluhan bangunan sekaligus. Robot dan pesawat tempur bekerja sama untuk menghancurkan setiap sudut Kota Gaza,” ungkap Ismail.
Laporan Walla pada Kamis lalu menambahkan bahwa “tahap kedua” dari rencana Komando Selatan adalah pendudukan penuh Kota Gaza oleh pasukan darat, sementara “tahap ketiga” saat ini masih diklasifikasikan sebagai informasi sangat rahasia dan akan melibatkan kapabilitas militer yang “belum pernah terlihat sebelumnya dalam repertoar perang Israel”.
(T.FJ/S: The Cradle)