Jalur Gaza, NPC – 20 warga Palestina dilaporkan gugur dan puluhan lainnya luka-luka dalam kecelakaan truk bantuan yang terbalik di Gaza, Selasa (05/08/2025). Insiden tragis ini terjadi di wilayah Gaza tengah dan menambah daftar panjang korban warga sipil.
Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan bahwa kecelakaan tersebut merupakan akibat langsung dari “rekayasa kekacauan” yang dilakukan oleh otoritas pendudukan Israel, dengan cara memaksa truk bantuan melalui jalur-jalur yang padat warga sipil dan tidak aman secara teknis.
Meski beberapa truk bantuan diizinkan masuk belakangan ini, namun distribusinya tidak difasilitasi. Sopir dipaksa melewati rute yang sempit dan berbahaya, yang sudah lama tidak layak dilewati akibat kerusakan sebelumnya,” tulis pernyataan resmi Pemerintah Palestina.
Truk yang terbalik malam itu membawa bantuan makanan dan dipaksa melewati jalur yang sudah pernah dibombardir dan tidak diperbaiki, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan. Kerumunan besar warga yang telah berhari-hari menunggu bantuan memperparah situasi di lokasi.
Kantor tersebut menuding kebijakan ini sebagai bagian dari strategi sistematis oleh otoritas Israel, untuk melumpuhkan masyarakat Gaza secara sosial dan psikologis. Mereka menyatakan bahwa insiden ini adalah bagian dari pola yang sudah berulang, di mana puluhan warga sipil sebelumnya juga menjadi korban akibat distribusi bantuan yang tidak aman.
Dalam beberapa bulan terakhir, ratusan warga sipil disebut gugur atau luka-luka karena situasi serupa, termasuk akibat serangan terhadap jalur distribusi bantuan, atau kekacauan saat distribusi berlangsung. Pihak berwenang Gaza mengutuk keras insiden ini dan menyebutnya sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan hukum humaniter, menyebutnya sebagai genosida yang disengaja.
Pemerintah Palestina di Gaza juga mendesak komunitas internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan lembaga-lembaga kemanusiaan untuk segera bertindak menghentikan tragedi ini. Mereka menuntut pembukaan jalur perbatasan secara penuh dan aman, serta memastikan aliran bantuan kemanusiaan tanpa syarat politik.