Jakarta, NPC — Dalam sebuah pertemuan yang sarat makna dan kepedulian, Ketua Nusantara Palestina Center (NPC), Abdilillah Onim atau yang akrab disapa Bang Onim, bersama Ketua Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Republik Indonesia (BPKP RI), Muhammad Yusuf Ateh, resmi menyatukan langkah dalam memperkuat komitmen terhadap isu-isu kemanusiaan, khususnya yang menimpa rakyat Palestina.
Pertemuan yang berlangsung di kantor pusat BPKP RI ini menjadi momen penting yang menegaskan bahwa nilai-nilai kemanusiaan tetap menjadi prioritas di tengah dinamika global. Dalam suasana penuh empati dan solidaritas, NPC menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian luar biasa yang diberikan BPKP, terutama melalui kepemimpinan Bapak Muhammad Yusuf Ateh, terhadap penderitaan rakyat Palestina yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Turut hadir dalam pertemuan ini, Direktur Eksekutif NPC, Masri Udin, yang menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara lembaga negara dan organisasi kemanusiaan dalam menciptakan perubahan nyata.
“Ini bukan hanya soal bantuan materiil, tapi soal membangun harapan, martabat, dan kehidupan yang lebih baik bagi mereka yang terpinggirkan oleh konflik,” ujar Masri Udin.
Muhammad Yusuf Ateh, dalam pernyataannya, menyampaikan harapan besar agar krisis kemanusiaan, tidak hanya di Palestina tetapi di seluruh dunia, segera menemukan solusi damai dan berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa kerja sama lintas lembaga dan organisasi seperti ini mampu memperkuat fondasi solidaritas global. Apa pun yang menyangkut penderitaan manusia, adalah tanggung jawab kita bersama untuk mencari jalan keluarnya,” tegasnya.
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni diplomatik, melainkan simbol kuat dari sinergi dan niat baik antar-entitas di Indonesia untuk memperjuangkan nilai-nilai universal: keadilan, kedamaian, dan kemanusiaan. Dalam konteks ini, BPKP tidak hanya menjalankan perannya sebagai lembaga pengawasan keuangan, tetapi juga menunjukkan komitmen moral terhadap isu-isu global yang membutuhkan perhatian mendalam.
Dengan latar belakang konflik yang terus berkecamuk di Palestina, inisiatif seperti ini memberikan harapan baru. Bukan hanya bagi rakyat yang terdampak langsung, tetapi juga bagi seluruh umat manusia yang mendambakan dunia yang lebih adil dan damai.
Pertemuan bersejarah pada 4 Juli 2025 ini menjadi tonggak baru dalam gerakan kemanusiaan Indonesia, mengukuhkan bahwa solidaritas dan kepedulian bukan hanya slogan, melainkan aksi nyata. NPC dan BPKP RI kini berdiri bersama, menunjukkan bahwa dari tanah air, suara untuk Palestina dan seluruh umat manusia yang menderita, tidak akan pernah padam.