Ditulis oleh: Romana Rubeo*
Gaza, NPC – Media Israel melaporkan pada hari Kamis (19/06/2025), bahwa sebuah rudal balistik Iran menghantam Pusat Medis Soroka di Bir Al-Saba (Beersheba), Israel selatan. Serangan itu terjadi saat sirene berbunyi di seluruh negeri menyusul gelombang serangan baru dari Iran.
Seorang juru bicara rumah sakit menyatakan bahwa beberapa bagian gedung mengalami kerusakan. Rumah sakit ini banyak digunakan untuk merawat tentara Israel yang terluka dalam perang di Gaza.
Berdasarkan laporan Layanan Pemadam dan Penyelamatan Israel, tim penyelamat juga dikabarkan sedang membantu orang-orang yang terjebak di dalam lift.
Apakah Rumah Sakit Menjadi Target Utama?
Kantor Berita Resmi Iran, IRNA, menyebutkan bahwa target utama serangan adalah markas militer Israel untuk Komando, Kontrol, Komunikasi, Komputer, dan Intelijen (IOF C4I).
Pangkalan militer ini terletak di taman teknologi Gav-Yam, yang berada tepat di sebelah rumah sakit Soroka. Menurut jaringan berita Lebanon, Al Mayadeen, lokasi ini menjadi markas ribuan personel militer, pusat komando digital, unit perang siber, dan sistem intelijen militer Israel.
Al Mayadeen juga melaporkan bahwa rumah sakit Soroka terkena dampak akibat gelombang ledakan, akan tetapi tidak mengalami kerusakan besar karena serangan tersebut sangat tepat dan secara langsung mengenai fasilitas militer utama Gav-Yam.
Layanan darurat Israel juga mengonfirmasi bahwa sebuah fasilitas penelitian biologis di dekat Lokasi, yang tergolong area keamanan sensitif, turut terkena dampak.
Katz: Ini Adalah Kejahatan Perang
Setelah serangan tersebut, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akan dimintai pertanggungjawaban atas “kejahatan perang”.
“Diktator Iran yang pengecut itu bersembunyi dalam bunker dan secara sengaja menyerang rumah sakit dan area sipil di Israel,” kata Katz, seperti dikutip media Israel.
Ia menyebut serangan itu sebagai salah satu bentuk “kejahatan perang terburuk”, dan memperingatkan bahwa Khamenei akan dimintai pertanggungjawaban atas tindakannya.
Katz menambahkan bahwa ia bersama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah memerintahkan militer Israel untuk memperkuat serangan terhadap lokasi-lokasi strategis di Iran, termasuk target pemerintah di Teheran, dengan tujuan menghilangkan ancaman terhadap Israel dan menggoyahkan rezim Ayatollah.
Israel Menyerang Rumah Sakit Secara Sistematis di Gaza
Sejak perang genosida dimulai pada Oktober 2023 di Gaza Palestina, Israel terus menyerang sistem layanan kesehatan di Gaza, termasuk rumah sakit, klinik, tenaga medis, ambulans, hingga fasilitas darurat.
Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 14 Juni 2024:
Sistem kesehatan lainnya di Gaza juga telah menjadi target serangan lebih dari 700 serangan, yang mengakibatkan sedikitnya 900 orang meninggal dunia dan lebih dari 1.000 terluka.
Jens Laerke, juru bicara PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), mengatakan kepada NBC News:
“Hampir semua rumah sakit di Gaza kini rusak atau hancur (akibat serangan Israel). Separuh dari jumlahnya sudah tidak dapat beroperasi.”
Dalam wawancara dengan Palestine Chronicle, Dr. Mads Gilbert, seorang dokter asal Norwegia yang telah lama bertugas di Gaza, menyebut:
“Menghancurkan layanan kesehatan adalah cara untuk menghancurkan semangat perlawanan. Apa yang terjadi di Gaza tidak pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah perang modern.”
Serangan Israel terhadap Rumah Sakit Gaza
Berikut adalah beberapa peristiwa besar dalam serangan Israel terhadap fasilitas kesehatan di Gaza:
Alasan yang Digunakan Israel untuk Menutupi Kejahatan Perang
Israel berulang kali membenarkan serangannya terhadap rumah sakit di Gaza dengan tuduhan bahwa pejuang Hamas bersembunyi di dalam fasilitas medis. Namun, menurut hukum internasional, kehadiran pejuang pun tidak dapat dijadikan alasan sah untuk menyerang rumah sakit, kecuali jika memenuhi syarat ketat seperti:
Israel belum pernah memberikan bukti kuat untuk mendukung tuduhan-tuduhan tersebut. Meskipun Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz kini menuduh Iran melakukan kejahatan perang, ia sendiri berulang kali membela serangan brutal Israel terhadap rumah sakit di Gaza.
Contohnya pada 13 Mei 2024, setelah serangan udara Israel ke Rumah Sakit Eropa di Khan Yunis yang membunuh sedikitnya 28 orang, Katz menyatakan:
“Kami tidak akan membiarkan Hamas menggunakan rumah sakit dan fasilitas kemanusiaan sebagai tempat persembunyian atau markas teroris.”
___
*Romana Rubeo merupakan penulis Italia dan pemimpin redaksi The Palestine Chronicle. Artikel-artikelnya dimuat di banyak surat kabar daring dan jurnal akademis. Ia meraih gelar Magister Bahasa dan Sastra Asing dan mengkhususkan diri dalam penerjemahan audiovisual dan jurnalisme.
(T.FJ/S: Palestine Chronicle)