Genosida Sudah Berlangsung 610 Hari, Israel: Perang di Gaza Belum Selesai

Gaza,NPC – Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Herzi Halevi (Eyal Zamir), sebagaimana dilansir RT Arabic, pada Sabtu (07/06/2025), menegaskan bahwa operasi militer di Jalur Gaza masih belum selesai. Namun, ia berjanji akan berusaha mempercepat berakhirnya perang, sambil mengungkap rencana untuk restrukturisasi keamanan dan pemulihan kekuatan militer Israel.

Dalam sebuah diskusi yang diadakan pekan ini, Zamir menyatakan bahwa perang “Pedang Besi” telah menjadi konflik terpanjang dalam sejarah Israel. Ia mengatakan, “Kita akan memasuki tahun pembentukan kembali sistem keamanan dan pemulihan kekuatan militer”.

Perang di Gaza yang telah berlangsung selama 610 hari kini tercatat sebagai perang terpanjang yang pernah dihadapi Israel sejak negara itu berdiri.

“Operasi ini belum berakhir, tetapi kami akan berupaya untuk memperpendek durasinya. Kami akan mencapai tujuan kami, memperkuat posisi strategis, dan menjadikan tahun depan sebagai tahun pemulihan sistem keamanan, pengurangan beban militer, serta peningkatan kesiapsiagaan tentara reguler maupun pasukan Cadangan,” tambah Eyal Zamir.

Pernyataan Kepala Staf ini muncul di tengah ketidakjelasan waktu berakhirnya perang, karena tidak adanya rencana alternatif dari kepemimpinan politik. Untuk saat ini, militer Israel terus melanjutkan operasi militernya secara intensif di wilayah Gaza.

Sejak 7 Oktober 2023, dengan dukungan Amerika Serikat, secara keseluruhan, Israel telah membunuh lebih dari 54.600 penduduk Palestina di Jalur Gaza, termasuk setidaknya 16.000 anak-anak. Selain itu, lebih dari 10.000 orang dinyatakan hilang dan diduga meninggal, sementara hampir 125.000 lainnya mengalami luka-luka.

Bulan lalu, pihak berwenang di Gaza mengungkapkan bahwa 65 persen korban jiwa adalah perempuan, anak-anak, dan lansia. Selain itu, lebih dari 2.180 keluarga Palestina telah dimusnahkan oleh serangan Israel.

Hingga Mei 2025, lebih dari 100.000 ton bahan peledak telah dijatuhkan di Gaza, jumlah ini jauh melebihi total bom yang dijatuhkan di Dresden dan Hamburg dalam Operasi Gomorrah, serta London saat Blitz pada Perang Dunia II, yang seluruhnya berjumlah sekitar 32.300 ton.

(T.FJ/S: RT Arabic)

 

You might also like