Pusdok Tamadun Berkolaborasi dengan Litbang NPC Gelar Dauroh Baitul Maqdis Jilid 2

Padang Panjang, NPC — Dalam suasana yang khidmat dan penuh semangat, Pusat Dokumentasi Tamadun (PUSDOK TAMADUN) bekerja sama dengan Litbang Nusantara Palestina Center (NPC) sukses menggelar Dauroh Baitul Maqdis #2 bertema “Melanjutkan Gagasan dan Cita-cita Peradaban”. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Mei 2025, di jantung kota Padang Panjang, Sumatera Barat.

Acara ini menjadi ruang penting bagi ratusan peserta dari berbagai kalangan guru, mahasiswa, aktivis, hingga pemuda pencinta ilmu, untuk bersama-sama menggali lebih dalam makna perjuangan peradaban dan peran sentral Baitul Maqdis dalam sejarah umat Islam dan dunia.

Dauroh ini menghadirkan sederet tokoh inspiratif dan pakar di bidang sejarah serta kemanusiaan. Di antaranya adalah Bang Onim, aktivis kemanusiaan yang dikenal karena kiprahnya langsung dari Gaza; Ustadz Hadi Nur Ramadhan, pendiri Rumah Sejarah Indonesia; serta tokoh lainnya seperti Bang Pizaro, KH Ihsan Zainuddin, Lc, Ust. Fikrul Hanif, Ust. Arfatul Hidayat, dan Bang Achmal Jumiadi.

Mereka menyampaikan materi dengan kekuatan narasi sejarah yang membangkitkan kesadaran akan pentingnya melanjutkan perjuangan untuk keadilan dan kebebasan Palestina, sekaligus menghubungkannya dengan tantangan global umat hari ini.

Baitul Maqdis bukan hanya situs sejarah atau tempat ibadah suci; ia adalah simbol identitas dan benteng peradaban Islam. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak untuk tidak hanya memahami narasi historis, tetapi juga merasakannya sebagai tanggung jawab moral dan spiritual.

Bang Saddam, selaku Sekretaris PUSDOK TAMADUN, menegaskan pentingnya menghidupkan kembali semangat kolektif untuk Baitul Maqdis dan seluruh perjuangan umat.

“Kegiatan ini adalah momentum penting untuk melanjutkan perjuangan dan cita-cita peradaban yang berlandaskan keimanan, keadilan, serta kedamaian. Semoga semangat ini terus menyala dalam setiap langkah kita ke depan,” ujarnya.

Pemilihan Padang Panjang sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Kota ini dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam dan budaya di Sumatera Barat. Dengan latar geografis yang sejuk dan atmosfer intelektual yang kuat, Padang Panjang menjadi tempat yang ideal untuk menggemakan semangat perjuangan dan pemikiran peradaban.

Para peserta yang hadir tidak hanya mendapatkan asupan ilmu, tetapi juga dorongan spiritual dan motivasi untuk menjadi bagian dari gerakan keilmuan yang membumi sekaligus membebaskan.

Di penghujung acara, gema harapan dan tekad menggema dari aula tempat kegiatan berlangsung. Para peserta menyatakan komitmennya untuk terus menyebarkan nilai-nilai perjuangan, solidaritas, dan cinta terhadap tanah suci Baitul Maqdis. Mereka membawa pulang bukan hanya catatan, tetapi juga bara semangat yang siap dikobarkan di lingkungannya masing-masing.

Dauroh Baitul Maqdis #2 ini bukan sekadar seminar atau pelatihan. Ia adalah peristiwa intelektual dan spiritual, satu langkah kolektif menuju masa depan umat yang sadar sejarah, kuat identitas, dan teguh memperjuangkan keadilan.

You might also like