Yaman Serang Bandara Ben Gurion Israel: Sirene Menggema di Tel Aviv

Tel Aviv, NPC – Militer Israel pada hari Minggu (01/06/2025), mengklaim telah mencegat sebuah rudal yang diluncurkan dari Yaman dan diduga mengarah ke Bandara Ben Gurion, yang terletak di selatan Tel Aviv.

Insiden ini memicu sirene peringatan serangan udara di beberapa wilayah, termasuk Israel Tengah, wilayah metropolitan Tel Aviv, dan pinggiran barat Yerusalem yang diduduki, serta menyebabkan gangguan sementara pada lalu lintas udara di bandara internasional utama negara tersebut.

Media Israel melaporkan bahwa sistem pertahanan udara THAAD buatan Amerika Serikat diduga terlibat dalam proses intersepsi rudal tersebut, berdasarkan penilaian awal militer.

Setelah sirene berbunyi, kepolisian Israel menggelar operasi pencarian lapangan di Tel Aviv dan Yerusalem sebagai langkah pengamanan tambahan.

Peluncuran rudal ini merupakan bagian dari serangkaian operasi jarak jauh yang terus berkembang, dilakukan oleh Yaman yang secara terbuka menyatakan dukungan bagi rakyat Palestina di tengah perang genosida Israel di Gaza.

Sejak akhir tahun 2023, Yaman telah menyerang kapal-kapal terkait Israel di Laut Merah, serta meluncurkan drone dan rudal balistik ke wilayah Israel, dengan menyebut aksi-aksinya sebagai bentuk balasan langsung atas agresi Israel di Gaza dan keterlibatan Amerika Serikat.

Yaman telah bersumpah akan melanjutkan serangan selama perang di Gaza masih berlangsung, dengan menegaskan bahwa keterlibatan mereka adalah bagian dari poros perlawanan regional terhadap agresi Israel dan dukungan Barat terhadapnya.

Yaman ini menegaskan bahwa serangan mereka ditujukan untuk mengganggu infrastruktur Israel serta mengirim pesan peringatan dan solidaritas bagi rakyat Palestina.

Sejak 7 Oktober 2023, dengan dukungan Amerika Serikat, secara keseluruhan, Israel telah membunuh lebih dari 54.000 penduduk Palestina di Jalur Gaza, termasuk setidaknya 16.000 anak-anak. Selain itu, lebih dari 10.000 orang dinyatakan hilang dan diduga meninggal, sementara hampir 120.000 lainnya mengalami luka-luka.

Bulan lalu, pihak berwenang di Gaza mengungkapkan bahwa 65 persen korban jiwa adalah perempuan, anak-anak, dan lansia. Selain itu, lebih dari 2.180 keluarga Palestina telah dimusnahkan oleh serangan Israel.

Menurut laporan Costs of War dari Universitas Brown tahun lalu, Washington menghabiskan setidaknya 22,76 miliar Amerika atau sekitar 380,92 triliun rupiah antara 7 Oktober 2023 hingga 30 September 2024 untuk mendukung tindakan Israel di Gaza dan mendorong perang brutal di kawasan tersebut.

Hingga Mei 2025, lebih dari 100.000 ton bahan peledak telah dijatuhkan di Gaza, jumlah ini jauh melebihi total bom yang dijatuhkan di Dresden dan Hamburg dalam Operasi Gomorrah, serta London saat Blitz pada Perang Dunia II, yang seluruhnya berjumlah sekitar 32.300 ton.

(T.FJ/S: Palestine Chronicle)

 

You might also like