Jakarta, NPC — Dalam suasana hening Subuh yang syahdu, sebuah pertemuan bermakna terjadi di kediaman Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Pertemuan itu bukan sekadar silaturahmi, tetapi menjadi forum penguatan solidaritas dan kemanusiaan untuk rakyat Palestina, khususnya di Jalur Gaza yang tengah dilanda penderitaan panjang.
Pertemuan itu berlangsung usai Salat Subuh berjamaah di Masjid Ampera, Minggu (26/5/2025). Delegasi Nusantara Palestina Center (NPC) yang dipimpin oleh Bang Onim, aktivis kemanusiaan yang telah lama berdedikasi di Gaza, didampingi oleh DR Fakhrurrazi Anshar dan Ustadz Syawwal dari Masjid Istiqlal Jakarta, hadir dalam suasana penuh kehangatan dan keprihatinan.
Prof. Nasaruddin Umar menyambut kunjungan itu dengan penuh apresiasi. Dalam pernyataannya, Menag RI menegaskan komitmen Indonesia yang tak tergoyahkan dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. “Saya sangat berterima kasih atas kunjungan Bang Onim. Apa yang beliau sampaikan bukan hanya kisah perjuangan, tapi juga kesaksian nyata dari medan krisis kemanusiaan,” ujar Nasaruddin.
Dalam audiensi itu, Bang Onim memaparkan kondisi memilukan yang terjadi di Gaza. Ia menjelaskan bahwa selama lebih dari 19 bulan terakhir, wilayah Gaza mengalami genosida sistematis yang telah menewaskan lebih dari 53.000 warga sipil, mayoritas dari mereka adalah anak-anak, lansia, dan perempuan.
“Bantuan kemanusiaan terus dipersulit masuk, menyebabkan kelaparan dan malnutrisi akut. Masjid-masjid dihancurkan, dan bahkan tiga gereja tertua di dunia yang ada di Gaza pun tak luput dari serangan rudal penjajah,” ungkap Bang Onim dengan suara berat.
Tak hanya umat Muslim, puluhan warga Kristen pun turut menjadi korban. Madrasah dan sekolah Kristen sama-sama menjadi sasaran bom, mencerminkan kehancuran tanpa pandang bulu yang dilakukan oleh agresor. Kondisi ini menggambarkan tragedi kemanusiaan yang melampaui batas ras, agama, dan kebangsaan.
Menag RI memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya NPC dan Bang Onim yang tak hanya aktif di lapangan, tetapi juga membangun sinergi dengan berbagai NGO lain dalam semangat netralitas dan persatuan. “Ini patut diteladani. Konsistensi dan komitmen NPC menunjukkan wajah kemanusiaan Indonesia yang sesungguhnya,” tambah Prof. Nasaruddin.
Ia juga menuturkan bahwa dalam lawatan ke berbagai negara bersama Presiden terpilih Prabowo Subianto, isu kemerdekaan Palestina selalu menjadi agenda utama. “Kita selalu mengajak negara-negara sahabat untuk bersatu memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Ini bukan hanya tugas negara, tetapi juga panggilan moral umat manusia,” ucapnya tegas.
Audiensi yang dilakukan bakda Subuh ini menjadi bukti nyata bahwa diplomasi kemanusiaan tidak mengenal waktu dan tempat. Dalam keheningan pagi, suara-suara hati yang membela kebenaran dan keadilan justru menggema lebih lantang.