Jalur Gaza, NPC – Tim Data dan Forensik Sky News membantah klaim yang dijadikan alasan Israel untuk membenarkan pengeboman terhadap Rumah Sakit Eropa di Gaza.
Klaim militer pendudukan Israel mengenai keberadaan markas bawah tanah Hamas di rumah sakit tersebut tidak didukung bukti apa pun.
Israel pada Selasa (13/05/2025), mengklaim telah menyerang “pusat komando dan kontrol Hamas yang berada di bawah Rumah Sakit Eropa di dekat Khan Younis, dengan merilis rekaman udara sebagai bukti.
Namun, analisis Sky News menunjukkan bahwa video tersebut tidak menunjukkan rumah sakit sama sekali, melainkan menampilkan Sekolah Menengah Putra Jenin yang berada di dekatnya.
Ahli citra satelit Corey Scher dari Universitas Negeri Oregon mengatakan bahwa tanda-tanda yang dipresentasikan Israel sebagai bukti infrastruktur teroris bawah tanah sebenarnya hanyalah saluran drainase, yang sudah terlihat dalam gambar lama sebelumnya.
Militer pendudukan Israel kemudian mengakui bahwa rekaman itu diambil dari luar area rumah sakit, tetapi tetap bersikeras, tanpa bukti, bahwa infrastruktur bawah tanah tetap berlanjut hingga di bawah rumah sakit itu sendiri. Hingga kini, tidak ada bukti independen yang mendukung klaim tersebut.
Beberapa jam sebelum serangan tersebut, Israel juga membombardir Rumah Sakit Nasser, salah satu dari sedikit pusat kesehatan yang masih berfungsi di Gaza. Rekaman yang telah diverifikasi oleh Sky News menunjukkan lantai atas rumah sakit dilalap api, dengan suara pesawat Israel terdengar jelas di latar belakang. Israel menuduh para pejabat Hamas bersembunyi di sana, tetapi kembali gagal memberikan bukti apa pun.
Serangan-serangan ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk menargetkan fasilitas medis. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setidaknya 36 rumah sakit dan klinik telah dihantam di Gaza sejak Oktober 2023. Padahal, hukum humaniter internasional dengan tegas melarang segala bentuk serangan terhadap infrastruktur medis.
Israel secara rutin membenarkan serangan terhadap infrastruktur sipil dengan dalih keberadaan Hamas, namun klaim-klaim tersebut seringkali terbukti palsu. Sejumlah investigasi telah berulang kali membantah narasi militer Israel, termasuk dalam kasus pembunuhan 15 paramedis, pemboman Rumah Sakit Ahli Arab, serta penargetan terhadap jurnalis dan aktivis kemanusiaan. Serangan terhadap Rumah Sakit Eropa hanyalah satu dari deretan panjang kebohongan Israel yang terbongkar.
Sementara itu, korban terus berjatuhan. Dua bulan terakhir adalah periode paling mematikan di Gaza sejak awal genosida, dengan tiga dari lima korban tewas adalah perempuan, anak-anak, atau lansia, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza. Serangan Israel di Khan Younis saja telah menewaskan lebih dari 50 orang hanya dalam satu malam.
(T.RS/S:MEMO)