Api Membakar Israel, Terburuk dalam 10 Tahun, Netanyahu Umumkan Darurat Nasional

Tel Aviv, NPC – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Rabu (30/05/2025), memperingatkan bahwa kebakaran hutan yang sedang menyebar cepat di dekat Yerusalem bisa mencapai kota tersebut. Ia menyatakan bahwa situasi ini merupakan “darurat nasional”.

Asap tebal membubung di atas jalan raya dekat Yerusalem pada Rabu, ketika petugas pemadam kebakaran bergegas memadamkan kobaran api yang telah melukai sejumlah orang. Militer pun dikerahkan untuk membantu penanggulangan.

Lembaga penyelamat Israel, Magen David Adom (MDA), melaporkan bahwa ratusan warga sipil terancam akibat kebakaran terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

MDA menyebutkan bahwa mereka telah menangani sekitar 23 orang, 13 di antaranya dilarikan ke rumah sakit, mayoritas menderita akibat menghirup asap dan luka bakar. Di antara korban terdapat dua wanita hamil dan dua bayi berusia di bawah satu tahun. Tingkat siaga telah dinaikkan ke level tertinggi.

Dari lokasi dekat kota Modiin, saat api membakar perbukitan terdekat, warga bernama Yuval Aharoni (40 tahun) mengatakan, “Sangat menyedihkan karena kami tahu kondisi cuaca dan tahu hal ini mungkin terjadi, tapi sepertinya mereka belum cukup siap dengan pesawat-pesawat besar untuk menjatuhkan air dalam jumlah banyak”.

Netanyahu memperingatkan bahwa angin barat dapat dengan mudah mendorong api ke pinggiran Yerusalem, bahkan berpotensi masuk ke dalam kota.

“Kita perlu mengerahkan sebanyak mungkin mobil pemadam kebakaran dan membuat sekat bakar jauh melampaui garis api saat ini. Kita sedang menghadapi darurat nasional, bukan sekadar masalah lokal. Prioritas utama saat ini adalah melindungi Yerusalem” ujar Netanyahu dalam pernyataan video pada Rabu.

Polisi menutup jalan utama Yerusalem-Tel Aviv dan mengevakuasi warga di sepanjang rute tersebut setelah kebakaran semak kembali muncul di wilayah yang seminggu sebelumnya juga dilanda kebakaran. Ribuan warga dari beberapa komunitas telah dievakuasi.

“Banyak polisi dan petugas pemadam datang, tapi tidak banyak membantu. Api sudah melahap seluruh area,” ujar mahasiswa Yosef Aaron kepada AFP di pinggir jalan raya, dengan api terlihat dari kejauhan.

Kepala pemadam kebakaran, Eyal Caspi, memperingatkan dalam konferensi pers bahwa pesawat tidak dapat beroperasi saat ini karena kondisi cuaca dan prioritasnya adalah menyelamatkan nyawa.

“Kemungkinan besar ini adalah kebakaran terbesar di Israel dalam satu dekade terakhir,” kata Eyal Caspi.

Polisi melalui platform X menyampaikan bahwa mereka telah memperkuat penjagaan di sekitar jalan Yerusalem-Tel Aviv dan Perbukitan Yerusalem, serta meminta masyarakat untuk menghindari perjalanan ke area tersebut.

Seorang jurnalis AFP di lokasi melaporkan bahwa kobaran api menyapu wilayah berhutan di sepanjang jalan utama antara Latrun dan Bet Shemesh. Helikopter dikerahkan untuk memadamkan api.

Pasukan militer tiba di lokasi pada siang hari, dengan banyak pengendara meninggalkan kendaraan mereka untuk menyelamatkan diri dari kebakaran.

Media Israel melaporkan bahwa komunitas sekitar 30 km sebelah barat Yerusalem telah dievakuasi, disertai tayangan petugas pemadam yang tengah berjuang memadamkan api yang ganas.

Menteri Keamanan Nasional, Itamar Ben Gvir, mengisyaratkan bahwa kebakaran ini bisa saja akibat ulah pembakaran disengaja. Polisi menyatakan telah menangkap seorang warga Yerusalem Timur yang tertangkap basah mencoba membakar ladang di bagian selatan kota. Namun belum ada pernyataan resmi yang mengaitkan kejadian itu secara langsung dengan kebakaran besar yang terjadi.

MDA menambahkan bahwa tim ambulans telah disiagakan di dekat komunitas yang terdampak kebakaran, siap memberikan pertolongan medis dan membantu proses evakuasi warga.

Suhu tinggi dan angin kencang mempercepat penyebaran api di area hutan, sehingga memaksa evakuasi di sedikitnya lima komunitas, menurut pernyataan kepolisian.

Ben Gvir, yang membawahi dinas pemadam kebakaran Israel, mengunjungi lokasi terdampak yang memang rawan kebakaran hutan di musim ini. Ia menyebutkan bahwa upaya terus dilakukan untuk mendatangkan bantuan tambahan dan mengevakuasi warga yang terjebak.

Kementerian Luar Negeri Israel telah menghubungi negara-negara tetangga seperti Yunani, Siprus, Kroasia, Italia, dan Bulgaria untuk meminta bantuan. Kantor Netanyahu menyampaikan bahwa tiga pesawat bantuan dari Italia dan Kroasia akan segera tiba untuk membantu memadamkan kebakaran.

Genosida di Gaza Terus Berlanjut

Sementara itu, di tengah bencana kebakaran ini, Israel terus melanjutkan genosida penduduk Palestina di Jalur Gaza. Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza, pada Selasa (29/04/2025), melaporkan bahwa Israel telah membunuh lebih 52.365 penduduk Palestina sejak awal perang genosida pada 7 Oktober 2023 telah mencapai 52.365 jiwa dan melukai 117.905 orang lainnya.

Meskipun banyak negara di dunia mengecam keras tindakan Israel, hingga kini belum ada langkah tegas untuk menghentikan kekejaman tersebut.

Israel saat ini sedang diselidiki atas dugaan kejahatan genosida oleh Mahkamah Internasional (ICJ), sementara beberapa pemimpinnya, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, telah menjadi buronan resmi oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

Sayangnya, genosida ini sebagian besar didukung dan dibiayai oleh Amerika Serikat serta beberapa negara Barat lainnya.

(T.FJ/S: Al JazeeraThe Guardian)

 

You might also like