Tel Aviv, NPC – Militer Israel memperkirakan membutuhkan tambahan anggaran sebesar 10 miliar shekel (sekitar 2,7 miliar dolar AS atau lebih 44 triliun rupiah) untuk melanjutkan perang di Jalur Gaza dan memperluas operasi darat secara besar-besaran. Hal ini dilaporkan oleh berbagai media Israel pada Selasa (22/04/2025).
Surat kabar berbahasa Ibrani Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa “Perpanjangan perang di Gaza selama lebih dari sebulan terakhir setelah berakhirnya gencatan senjata, serta rencana untuk memperluasnya, menimbulkan biaya yang sangat besar.”
Media tersebut juga menyebutkan bahwa militer Israel saat ini sedang membahas kebutuhan mendesak untuk peningkatan anggaran sekitar 2,6 miliar dolar AS.
Laporan itu menyebutkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, lembaga keamanan Israel telah menghitung ulang biaya tambahan yang dibutuhkan untuk memperluas perang. Salah satu skenario yang dibahas adalah upaya merebut sekitar 40 persen wilayah Jalur Gaza dalam beberapa minggu ke depan. Tujuannya adalah meningkatkan keamanan permukiman ilegal di dekat Gaza dan mencegah kembali terjadinya serangan roket ke wilayah Israel.
Pejabat senior pemerintah Israel, termasuk Menteri Pertahanan Israel Katz, baru-baru ini menanggapi permintaan anggaran tambahan ini dan terkejut dengan besarnya jumlah yang diajukan oleh pihak militer.
Yedioth Ahronoth mengutip seorang pejabat senior Kementerian Keuangan Israel yang tidak disebutkan namanya, yang menyatakan, “Tidak masuk akal untuk mengalokasikan tambahan 10 miliar shekel lagi ke dalam anggaran pertahanan yang sudah membengkak”.
Berdasarkan laporan surat kabar tersebut, penambahan anggaran ini berisiko menyebabkan kenaikan pajak bagi masyarakat Israel.
Seorang pejabat lainnya mengatakan bahwa “tidak masuk akal jika, setelah hampir 31 miliar dolar AS atau lebih 496 triliun rupiah telah dialokasikan, termasuk penggunaan dana cadangan sebesar 2,6 miliar dolar AS atau lebih 42 triliun rupah, militer masih meminta tambahan dana sebesar itu.”
Sebelumnya, surat kabar ekonomi Israel Calcalist melaporkan bahwa Bank Sentral Israel memperkirakan total biaya perang di Gaza akan mencapai sekitar 250 miliar shekel (sekitar 67,57 miliar dolar AS) hingga akhir tahun 2024. Biaya ini mencakup pengeluaran militer, biaya sipil dalam jumlah besar, serta hilangnya pendapatan negara.
Sejak 7 Oktober 2023, Israel telah membunuh lebih dari 51.200 penduduk Palestina, di mana mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak, serta lebih dari 11.000 orang masih dinyatakan hilang.
Pada November lalu, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Selain itu, Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait agresinya di wilayah Gaza.
(T.FJ/S: MEMO)