Pimpinan PBB: Dunia harus bertindak cepat untuk menyelamatkan warga Palestina di Gaza

Press Release pimpinan OCHA, UNICEF, UNOPS, UNRWA, WFP, WHO dan IOM pada 7 April 2025.

Sebuah keluarga bepergian melalui Rafah di Jalur Gaza selatan dengan kendaraan yang penuh dengan barang-barang mereka. Foto: UNICEF/UNI724643/El Baba
Sebuah keluarga bepergian melalui Rafah di Jalur Gaza selatan dengan kendaraan yang penuh dengan barang-barang. Foto: UNICEF/UNI724643/El Baba

dilansir dari Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan.

Selama lebih dari sebulan, tidak ada pasokan komersial maupun bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza.

Lebih dari 2,1 juta orang terjebak, dibombardir, dan kembali dilanda kelaparan. Sementara itu, di titik-titik perlintasan, makanan, obat-obatan, bahan bakar, serta perlengkapan tempat tinggal menumpuk dan tak bisa masuk, dan peralatan penting pun terhambat.

Dilaporkan bahwa lebih dari 1.000 anak telah tewas atau terluka hanya dalam minggu pertama setelah gencatan senjata runtuh—angka kematian tertinggi dalam satu pekan di kalangan anak-anak di Gaza sepanjang tahun lalu.

Beberapa hari yang lalu, 25 toko roti yang sebelumnya didukung oleh Program Pangan Dunia (WFP) selama masa gencatan senjata terpaksa ditutup karena kehabisan tepung dan gas untuk memasak.

Sistem kesehatan yang sebagian masih berfungsi kini kewalahan. Persediaan medis dan peralatan penanganan luka yang sangat penting semakin menipis dengan cepat, mengancam untuk membalikkan pencapaian besar yang sebelumnya berhasil menjaga sistem kesehatan tetap berjalan.

Gencatan senjata terbaru memungkinkan kami mencapai dalam 60 hari apa yang selama 470 hari perang tidak dapat kami lakukan akibat pemboman, blokade, dan penjarahan: yaitu menyalurkan bantuan penyelamat nyawa ke hampir seluruh wilayah Gaza.

Meskipun hal ini sempat memberi jeda singkat, klaim bahwa kini tersedia cukup makanan untuk seluruh warga Palestina di Gaza sangat bertolak belakang dengan kenyataan di lapangan. Persediaan kebutuhan pokok sangat menipis.

Kami menyaksikan tindakan-tindakan perang di Gaza yang menunjukkan pengabaian total terhadap nyawa manusia.

Perintah pengungsian baru dari Israel telah memaksa ratusan ribu warga Palestina untuk kembali mengungsi, tanpa ada tempat yang aman untuk dituju.

Tak seorang pun aman. Setidaknya 408 pekerja kemanusiaan—termasuk lebih dari 280 dari UNRWA—telah tewas sejak Oktober 2023.

Dengan blokade Israel terhadap Gaza yang semakin diperketat dan kini memasuki bulan kedua, kami menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk bertindak—dengan tegas, segera, dan penuh ketetapan hati—demi memastikan prinsip-prinsip dasar hukum humaniter internasional ditegakkan.

Lindungi warga sipil. Fasilitasi bantuan. Bebaskan para sandera. Perbarui gencatan senjata.

Tom Fletcher, Wakil Sekretaris Jenderal untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat
Catherine Russell, Direktur Eksekutif, UNICEF
Jorge Moreira da Silva, Direktur Eksekutif, UNOPS
Philippe Lazzarini, Komisaris Jenderal UNRWA
Cindy McCain, Direktur Eksekutif, WFP
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO
Amy Pope, Direktur Jenderal IOM

You might also like