Gaza, NPC – Berdasarkan laporan yang dirilis pada Rabu (12/02/2025) oleh Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ), tentara Israel bertanggung jawab atas hampir 70 persen dari seluruh wartawan yang tewas pada 2024, yang tercatat sebagai tahun paling mematikan bagi wartawan di seluruh dunia.
“Setidaknya 124 wartawan di 18 negara meninggal tahun lalu, menjadikannya tahun terburuk bagi jurnalis dan pekerja media sejak CPJ mulai melakukan pencatatan lebih dari tiga dekade yang lalu, mencerminkan peningkatan tajam dalam tingkat konflik internasional, ketidakstabilan politik, dan kriminalitas di seluruh dunia,” ungkap laporan CPJ.
Organisasi non-pemerintah yang berbasis di New York ini secara khusus menyebut genosida yang dilakukan oleh AS-Israel di Gaza sebagai penyebab utama peningkatan kematian wartawan sebesar 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laporan tersebut menyatakan bahwa serangan berdarah ini “menyebabkan 85 kematian wartawan, semuanya di tangan militer Israel”.
“Sebagian besar dari mereka yang meninggal dunia, yaitu 82 orang, adalah wartawan Palestina,” jelas laporan tersebut.
“Perang di Gaza belum pernah terjadi sebelumnya dalam dampaknya terhadap wartawan dan menunjukkan penurunan besar dalam norma global untuk melindungi wartawan di zona konflik, akan tetapi ini bukan satu-satunya tempat di mana wartawan berada dalam bahaya,” kata Jodie Ginsberg, Direktur CPJ, dalam sebuah pernyataan.
CPJ juga mengungkapkan sedang menyelidiki 20 pembunuhan lainnya yang diduga dilakukan Israel terhadap wartawan.
Menanggapi laporan CPJ, otoritas militer di Tel Aviv menyatakan bahwa “informasi yang diberikan tidak cukup” terkait insiden-insiden tersebut dan mereka “tidak dapat memeriksanya”. Otoritas militer Israel mengklaim tidak pernah dan tidak akan pernah, secara sengaja menargetkan wartawan.
Dalam laporan tahunan mereka, Reporters Without Borders (RSF) mengungkapkan bahwa militer Israel bertanggung jawab atas sepertiga dari seluruh kematian wartawan pada 2024.
“Di Gaza, skala tragedinya tidak dapat dipahami. Sejak Oktober 2023, lebih dari 145 wartawan meninggal, termasuk setidaknya 35 yang kemungkinan besar sengaja ditargetkan atau dibunuh saat bekerja. Banyak dari wartawan ini jelas terlihat sebagai wartawan dan dilindungi oleh status ini, akan tetapi mereka ditembak atau dibunuh dalam serangan Israel yang dengan terang-terangan mengabaikan hukum internasional,” kata RSF.
NGO yang berbasis di Paris ini juga menyatakan bahwa Israel telah “menjadi salah satu dari lima penjara terbesar di dunia bagi wartawan”.
(T.FJ/S: The Cradle)