Israel Cuek, Ekstremis Yahudi Bakar Masjid Palestina di Tepi Barat

Yerikho, NPC – Kelompok ekstremis Yahudi dilaporkan kembali melakukan aksi provokatif dengan membakar sebuah masjid di komunitas Arab al-Mlihat, barat laut Yerikho, Tepi Barat, Minggu (02/02/2025) dini har

Menurut sumber-sumber lokal, sekelompok pemukim ilegal menyerbu masjid saat fajar, menyulut api di beberapa bagian bangunan hingga menyebabkan kebakaran besar. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut berusaha memadamkan api, namun sebagian besar interior masjid telah hangus terbakar sebelum bantuan tiba.

Dalam pernyataannya, Hasan Mlihat, pengawas umum Organisasi Al-Baydar untuk Perlindungan Hak-Hak Masyarakat Perkampungan Palestina mengecam tindakan ini sebagai aksi teroris yang bertujuan mengintimidasi warga Palestina. “Ekstremis Yahudi tidak hanya membakar masjid, namun juga berusaha membakar traktor milik seorang warga. Ini adalah bagian dari kampanye teror yang mereka lakukan untuk memaksa warga Palestina meninggalkan tanah air mereka,” ujar Mlihat.

Menurutnya, serangan ini bukan insiden spontan, tetapi bagian dari pola sistematis yang didukung oleh kebijakan pemerintah Israel yang memberikan perlindungan bagi pemukim ilegal.

Rekaman yang diunggah oleh aktivis Palestina di media sosial menunjukkan kobaran api melahap masjid, sementara warga setempat berjuang memadamkan api dengan alat seadanya. Insiden ini mengingatkan pada pembakaran serupa yang terjadi bulan lalu, ketika pemukim Yahudi membakar Masjid Birr al-Walidain di kota Marda, dekat Salfit, dengan meninggalkan grafiti bernada rasis di dindingnya.

Gelombang Serangan terhadap Tempat Suci

Kekerasan yang dilakukan ekstremis Yahudi meningkat dalam beberapa bulan terakhir melalui dukungan dari elemen dalam pemerintahan sayap kanan Israel. Mereka semakin agresif dalam menyerang warga Palestina, merusak properti mereka, serta tempat-tempat ibadah Islam dan Kristen.

Selain masjid, institusi pendidikan Palestina juga menjadi sasaran. Baru-baru ini, pemukim menyerbu Sekolah al-Ma’arajat dekat Yerikho, menyerang siswa dan staf pengajar. Dalam serangan itu, para pemukim mengikat kepala sekolah serta beberapa guru, sementara tujuh warga Palestina mengalami luka-luka akibat dipukuli secara brutal.

Gelombang serangan pemukim ini terjadi seiring dengan kebijakan Israel yang memperluas pembangunan permukiman ilegal di berbagai wilayah Tepi Barat, yang secara nyata bertentangan dengan hukum internasional. Para pemukim, yang sebagian besar adalah kelompok ultra nasionalis dan religius ekstrem, merasa mendapat lampu hijau dari pemerintah untuk melanjutkan aksi kekerasan mereka terhadap warga Palestina.

Dampak Serangan: Ketegangan Meningkat di Tepi Barat

Data dari organisasi hak asasi manusia Palestina menunjukkan bahwa sejak awal meningkatnya eskalasi kekerasan di Tepi Barat, lebih dari 900 warga Palestina telah gugur, sementara sekitar 6.700 lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, sedikitnya 14.300 warga Palestina telah ditangkap dalam berbagai penggerebekan yang dilakukan tentara Israel.

Pembakaran masjid ini dipandang sebagai bagian dari kebijakan tak resmi yang bertujuan untuk menciptakan ketakutan di kalangan warga Palestina, sehingga mereka terpaksa meninggalkan wilayah mereka sendiri.

Dewan Nasional Palestina dengan keras mengecam aksi pembakaran ini dan menuntut respon tegas dari organisasi internasional. Dalam pernyataan yang dirilis oleh Kantor Berita Palestina WAFA, dewan tersebut menyebut insiden ini sebagai kejahatan terorganisir yang dilakukan di bawah perlindungan negara Israel.

“Ini bukan kejadian tunggal, tetapi bagian dari kebijakan pembersihan etnis yang dilakukan oleh negara apartheid Israel,” bunyi pernyataan tersebut.

Dewan Nasional Palestina menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Uni Eropa, dan organisasi hak asasi manusia untuk mengambil tindakan segera guna menghentikan kekerasan ini dan memberikan sanksi kepada Israel atas kebijakan diskriminatifnya.

Pemerintah Yordania, yang memiliki peran penting dalam menjaga tempat-tempat suci di Palestina, juga mengecam insiden ini dan mendesak Israel untuk menghentikan tindakan provokatif terhadap umat Islam.

Israel Cuek, Warga Palestina Siap Bertahan

Di sisi lain, pemerintah Israel sejauh ini tidak memberikan tanggapan atas insiden tersebut. Sebaliknya, beberapa pejabat sayap kanan Israel justru menganggap aksi para pemukim sebagai “respon alami” terhadap ketegangan yang terjadi di wilayah tersebut. Sementara itu, warga Palestina menegaskan bahwa mereka tidak akan menyerah pada tekanan yang diberikan oleh pemukim dan pemerintah Israel.

“Kami tidak akan pergi dari tanah kami. Mereka bisa membakar masjid kami, tetapi mereka tidak bisa membakar keyakinan kami,” ujar seorang warga dengan penuh semangat.

(T.RS/S:AnadoluAgency)

 

You might also like