Yerusalem, NPC – Pada Selasa (21/01/2025), Israel melakukan serangan dan pemboman di Jenin, Tepi Barat. Tentara penjajah Israel membunuh sembilan penduduk Palestina dan menutup banyak pintu masuk ke kawasan Jenin.
Serangan tersebut juga dilaporkan meninggalkan mayat-mayat berserakan di jalanan dan tentara Israel menembaki ambulans yang mencoba menyelamatkan orang-orang terluka. Dokter dan perawan turut menjadi korban dari serangan Israel tersebut.
Tentara Israel diperkirakan terus mengepung dan menyerang Jenin dalam beberapa hari ke depan sebagai bagian dari operasi “Ekstensif dan Signifikan”
Israel juga telah menutup lebih banyak pos pemeriksaan dan meningkatkan pembatasan di sejumlah wilayah di Tepi Barat. Di Bethlehem, tentara Israel dilaporkan mendirikan 89 blokade dan penghalang jalan baru di seluruh wilayah untuk menghalangi penduduk Palestina.
Israel juga dilaporkan telah menutup pintu masuk ke sejumlah kota di Gaza Tengah, termasuk Ramallahm, Hebron, Qalqilya, Salfit.
Serangan tentara penjajah Israel dimulai sejak pasukan dar Otoritas Palestina (yang didominasi Fatah) mundur setelah mengepung Jenin selama hampir 50 hari.
Pada awal minggu ini, dalam pola kekerasan yang berulang, puluhan pemukim Israel, dengan perlindungan dari tentara Israel, membakar beberapa kendaraan dan properti, yang mengakibatkan sedikitnya 21 warga Palestina terluka.
Sementara perhatian dunia terfokus pada agresi militer brutal Israel di Gaza, serangan oleh pemukim serta razia mematikan oleh pasukan Israel semakin meningkat di Tepi Barat yang diduduki dalam 15 bulan terakhir.
Dari 7 Oktober 2023 hingga 31 Desember 2024, setidaknya tercatat 1.860 insiden kekerasan yang dilakukan oleh pemukim di Tepi Barat yang diduduki dengan rata-rata empat insiden per hari menurut data dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA).
Dengan 411 insiden, gubernuran Nablus mencatat jumlah serangan pemukim tertinggi, diikuti oleh 410 insiden di Ramallah dan 362 insiden di Hebron.
Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Palestina, sejak perang Israel terhadap Gaza dimulai pada Oktober 2023, setidaknya 870 penduduk Palestina, termasuk 177 anak-anak dibunuh Israel dan lebih dari 6.700 orang mengalami luka-luka dalam serangan oleh tentara Israel dan pemukim di seluruh Tepi Barat.
Setidaknya 13.500 penduduk Palestina, termasuk anak-anak, telah ditangkap dan lebih dari 2.100 struktur dihancurkan di Tepi Barat yang diduduki, yang mengakibatkan lebih dari 6.700 orang mengungsi.
(T.FJ/S: Aljazeera)