Gaza, NPC – Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (17/01/2025), sistem kesehatan Gaza membutuhan dana sekitar 10 miliar dolar dan waktu lima hingga tujuh tahun untuk membangun kembali bangunan dan fasilitas yang telah dihancurkan Israel
“Kebutuhannya sangat besar,” ujar Rick Peeperkorn, perwakilan WHO untuk wilayah Palestina, setelah penilaian awal yang dilakukan oleh lembaga tersebut.
Upaya untuk menilai kerusakan akibat operasi pengeboman selama 15 bulan oleh Israel dimulai setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan antara Israel dan Hamas pada Jumat lalu.
Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, operasi pengeboman dan operasi darat Israel telah membunuh lebih dari 46.000 penduduk Palestina, mayoritas adalah perempuan dan anak-anak. Namun, jumlah korban tersebut diyakini kurang terhitung sekitar 40 persen, berdasarkan studi yang diterbitkan oleh The Lancet.
Rick Peeperkorn memperkirakan bahwa biaya untuk membangun kembali sektor kesehatan saja mencapai “lebih dari tiga miliar dolar dalam 1,5 tahun pertama dan 10 miliar dolar dalam lima hingga tujuh tahun”.
“Di Gaza, kita semua tahu bahwa kehancurannya begitu masif. Saya belum pernah melihat hal seperti ini di mana pun sepanjang hidup saya,” kata Rick Peeperkorn.
The Times UK melaporkan pada Jumat bahwa biaya untuk membersihkan 50,8 juta ton puing yang disebabkan oleh pengeboman Israel terhadap bangunan perumahan, rumah sakit, masjid, gereja, sekolah, serta infrastruktur listrik dan sanitasi di Gaza diperkirakan hampir mencapai 1 miliar dolar. Sementara itu, biaya rekonstruksi dapat mencapai 80 miliar dolar.
Berdasarkan perkiraan PBB proses pembersihan puing-puing saja bisa memakan waktu lebih dari 14 tahun.
Membangun kembali rumah-rumah penduduk bisa memakan waktu hingga tahun 2040, dengan 90 persen populasi mengungsi dan banyak dari mereka tinggal di tenda. Di setiap meter persegi Jalur Gaza, kini terdapat lebih dari 107 kg puing, yang mungkin mengandung UXO (bahan peledak yang belum meledak), zat berbahaya, dan sisa-sisa jasad manusia,” menurut laporan PBB yang diterbitkan pada Juni.
PBB menyebut dalam laporannya bahwa jumlah total puing dari pemboman Israel di Jalur Gaza saat ini, lebih dari lima kali lipat jumlah puing yang dihasilkan dari pengeboman AS di Mosul pada 2017.
Sejak tanggal 7 Oktober 2023 hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel terus melanjutkan genosida penduduk Palestina di Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat dan sejumlah kawasan di Lebanon. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.
Perang Israel di Gaza telah membunuh sedikitnya 46.788 penduduk Palestina dan melukai 110.453 orang sejak 7 Oktober 2023.
Perang genosida Israel di Jalur Gaza ini juga menyebabkan lebih dari 11.000 orang hilang, dengan kerusakan besar-besaran dan krisis kemanusiaan yang membunuh banyak lansia dan anak-anak. Ini menjadikannya salah satu bencana kemanusiaan global terburuk yang pernah terjadi.
(T.FJ/S: UN, RT Arabic)