Sejak Gencatan Senjata Disepakati, Israel Bunuh Lebih dari 100 Penduduk Palestina di Gaza

Gaza, NPC – Sejak pengumuman perjanjian gencatan senjata terbaru pada Rabu malam (15/01/2025), tentara Israel masih melakukan pemboman dan pembunuhan. Sebanyak 103 penduduk Palestina meninggal dunia dan lebih dari 264 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Israel di Jalur Gaza.

Menurut Mahmoud Basal, juru bicara Pusat Layanan Pertahanan Sipil Gaza, sebagaimana dilansir Aljazeera pada Sabtu (17/01), data terbaru menunjukkan bahwa korban jiwa akibat serangan Israel mencakup 31 perempuan dan 27 anak-anak.

Serangan yang merenggut korban jiwa tersebut terjadi setelah pengumuman gencatan senjata pada hari Rabu (15/01) yang dijadwalkan mulai berlaku pada hari Minggu (17/01).

Mahmoud Basal mengonfirmasi bahwa 82 dari total korban jiwa berada di wilayah utara Gaza, sementara 16 lainnya berada di wilayah selatan, termasuk 14 di Khan Younis dan dua di Rafah. Lima korban lainnya dibunuh di wilayah tengah Gaza.

Sejak tanggal 7 Oktober 2023, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel terus melanjutkan genosida penduduk Palestina di Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat dan sejumlah kawasan di Lebanon. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.

Perang Israel di Gaza telah membunuh sedikitnya 46.788 penduduk Palestina dan melukai 110.453 orang sejak 7 Oktober 2023.

Perang genosida Israel di Jalur Gaza ini juga menyebabkan lebih dari 11.000 orang hilang, dengan kerusakan besar-besaran dan krisis kemanusiaan yang membunuh banyak lansia dan anak-anak. Ini menjadikannya salah satu bencana kemanusiaan global terburuk yang pernah terjadi.

(T.FJ/S: Aljazeera, RT Arabic)

 

 

You might also like