Biro Keamanan Umum Israel Desak Serang Tepi Barat Palestina

Yerusalem, NPC – Kepala Biro Keamanan Umum Israel, Shabak atau Shin Bet, Ronen Bar, sebagaimana dilansir RT Arabic, pada Jumat (17/01/2025), memperingatkan dalam rapat Dewan Menteri tentang meningkatnya aktivitas kelompok perlawanan Palestina yang ia sebut sebagai teroris di Tepi Barat. Ia menekankan bahwa hal ini memerlukan pelaksanaan operasi serangan segera di wilayah tersebut.

Dalam pertemuan yang sama, Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Herzi Halevi, mengatakan bahwa militer telah mengetahui bagaimana cara kembali bertempur jika diperlukan.

Herzi Halevi dan semua kepala badan keamanan Israel memperingatkan bahwa para kelompok perlawanan Palestina, khususnya Hamas akan memanfaatkan gencatan senjata untuk memulihkan infrastruktur mereka.

Kepala Staf Angkatan Darat, Kepala Shin Bet, Kepala Mossad, David Barnea, dan Kepala Dewan Keamanan Nasional, Tzachi Hanegbi, menyarankan para menteri untuk mendukung kesepakatan tukar tahanan dengan kelompok perlawanan Palestina, meskipun mengandung risiko bagi Israel.

Sejak tanggal 7 Oktober 2023, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel terus melanjutkan genosida penduduk Palestina di Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat dan sejumlah kawasan di Lebanon. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.

Perang Israel di Gaza telah membunuh sedikitnya 46.788 penduduk Palestina dan melukai 110.453 orang sejak 7 Oktober 2023.

Sementara itu, kekejaman Israel juga meningkat di Tepi Barat termasuk Yerusalem Timur, di mana lebih 800 penduduk Palestina dibunuh Israel, termasuk 146 anak-anak, sejak 7 Oktober 2023. Lebih 5.600 penduduk Palestina terluka akibat kekerasan dan kejahatan tentara dan pemukim ilegal Israel.

Pada Rabu malam (15/01/2025), Perdana Menteri Qatar dan Menteri Luar Negeri Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani mengumumkan bahwa kesepakatan pertukaran tahanan dan gencatan senjata di Jalur Gaza telah dicapai antara Israel dan Hamas.

Meskipun demikian, Israel sama sekali tidak bisa dipercaya. Sejak pengumuman perjanjian gencatan senjata terbaru pada Rabu malam (15/01/2025), tentara Israel masih melakukan pemboman dan pembunuhan. Sebanyak 103 penduduk Palestina meninggal dunia dan lebih dari 264 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Israel di Jalur Gaza.

Menurut Mahmoud Basal, juru bicara Pusat Layanan Pertahanan Sipil Gaza, sebagaimana dilansir Aljazeera pada Sabtu (17/01), data terbaru menunjukkan bahwa korban jiwa akibat serangan Israel mencakup 31 perempuan dan 27 anak-anak.

Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengumumkan bahwa hampir 70 persen perempuan dan anak-anak merupakan korban jiwa dalam perang Israel di Jalur Gaza antara November 2023 dan April 2024.

Perang genosida Israel di Jalur Gaza ini juga menyebabkan lebih dari 11.000 orang hilang, dengan kerusakan besar-besaran dan krisis kemanusiaan yang membunuh banyak lansia dan anak-anak. Ini menjadikannya salah satu bencana kemanusiaan global terburuk yang pernah terjadi.

(T.FJ/S: RT Arabic, Aljazeera)

 

You might also like