Israel Larang Evakuasi, Puluhan Jenazah Palestina Dimakan Anjing Liar di Gaza Utara

Gaza. NPC – Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan di Gaza, Munir Al-Bersh, sebagaimana dilansir RT Arabic, pada Minggu (29/12/2024), menggambarkan genosida yang terjadi di utara Jalur Gaza sebagai hal yang mencerminkan ketiadaan hati nurani manusia, dan menggambarkan pemandangan mengerikan dari jenazah penduduk Palestina yang dimakan anjing-anjing liar.

“Anjing-anjing di Gaza utara membakan puluhan jenazah. Anjing-anjing itu besar dan kenyang dengan daging anak-anak kami. Anjing-anjing itu biasanya memakan mayat dalam waktu enam jam, dan sekarang memakan waktu tiga hari karena kelebihannya,” kata Al-Barash.

Al-Barash menyatakan bahwa tragedy yang terjadi di utara Jalur Gaza adalah aib bagi kemanusiaan dan merupakan saksi gagalnya komunitas internasional dalam melindungi nyawa orang yang tidak bersalah.

Al-Bersh melaporkan bahwa tim medis sendiri tidak luput dari sasaran, dan mencatat bahwa tentara Israel membunuh lima paramedis ketika mereka berusaha menyelamatkan satu sama lain. Israel mencegah tim medis untuk melakukan Upaya evakuasi dengan cara menembak tim medis yang bertugas.

“Ketika orang pertama terluka, orang kedua dibunuh ketika mencoba mengevakuasi. Ini adalah cuplikan yang merangkum sejauh mana kejahatan yang dilakukan oleh penjajah (Israel) terhadap penduduk sipil dan tim medis,” Al-Barash.

Al-Barsh menjelaskan bahwa tentara Israel dengan sengaja menghancurkan rumah sakit dan berbagai infrastruktur Kesehatan untuk membuat kehidupan penduduk Palestina di Jalur Gaza semakin menderita. Ia mencatat bahwa tentara penjajah Israel secara terbuka mendokumentasikan kejahatan mereka sendiri selama penghancuran rumah sakit Indonesia.

Al-Barsh menyatakan bahwa tentara Israel menghancurkan generator dan stasiun oksigen dan mengumpulkan mayat-mayat di sebuah lubang di sekolah terdekat. Ia menekankan perlunya mendokumentasikan kejahatan yang dilakukan tentara Israel untuk dijadikan bukti di forum internasional.

Al-Barsh menekankan bahwa hal yang terjadi di Gaza saat ini melampaui kejahatan biasa hingga mencapai genosida dalam arti penuh dan dilakukan di hadapan seluruh dunia, menyerukan semua orang untuk mengambil tindakan untuk menghentikan bencana kemanusiaan ini.

Sejak tanggal 7 Oktober 2023 hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel terus melanjutkan genosida penduduk Palestina di Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat dan sejumlah kawasan di Lebanon. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada Rabu (25/12), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu telah meningkat menjadi sekitar 45.361 orang dan 107.803  lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan. Lebih 10.000 orang dinyatakan hilang, di tengah kerusakan besar-besaran pada bidang kesehatan dan infrastruktur, serta krisis kelaparan yang merenggut nyawa puluhan anak-anak.

Sementara itu, kekejaman Israel juga meningkat di Tepi Barat termasuk Yerusalem Timur, di mana lebih 822 penduduk Palestina dibunuh Israel, termasuk 146 anak-anak, sejak 7 Oktober 2023. Lebih 5.600 penduduk Palestina terluka akibat kekerasan dan kejahatan tentara dan pemukim ilegal Israel.

(T.FJ/S: RT Arabic, Mondoweiss)

 

You might also like