Bencana Kemanusiaan di Gaza: Anak-anak Meninggal Karena Kedinginan

Jalur Gaza, NPC – Filippo Grandi, Komisaris Jenderal Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), mengungkapkan bahwa anak-anak Gaza sedang membeku hingga meninggal dunia akibat cuaca dingin yang ekstrem dan kekurangan tempat perlindungan.

Dalam sebuah cuitan di platform X (Twitter), Jum’at (27/10/2024), Grandi menjelaskan bahwa selimut dan bantuan musim dingin penting telah terjebak selama berbulan-bulan, menunggu persetujuan untuk masuk ke Gaza.

UNRWA, yang memiliki peran penting dalam memberikan bantuan kepada pengungsi Palestina, menyatakan bahwa kondisi ini memperburuk krisis kemanusiaan yang semakin dalam.

Grandi menyerukan penghentian segera serangan militer di Gaza dan membuka pintu untuk bantuan kemanusiaan, termasuk bantuan musim dingin yang dapat memenuhi kebutuhan warga Gaza di tengah cuaca ekstrem.

Hal ini disampaikan Grandi menyusul laporan empat bayi Gaza yang baru lahir meninggal dunia akibat hipotermia. Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa pada hari Kamis, 26 Desember 2024, bayi-bayi tersebut meninggal akibat kedinginan dan penurunan suhu yang drastis dalam beberapa hari terakhir.

Dr. A’id al-Farra, Direktur Unit Bayi Baru Lahir di Rumah Sakit Nasser, menyatakan bahwa bayi-bayi tersebut dalam kondisi sangat rentan karena lahir prematur, sehingga sangat sensitif terhadap penurunan suhu yang tajam.

Al-Farra juga menambahkan bahwa rumah sakit tersebut setiap harinya menerima antara 5 hingga 6 kasus bayi dengan suhu tubuh yang sangat rendah, yang semuanya memerlukan perawatan darurat segera. Menurut informasi yang diperoleh, banyak anak-anak lainnya yang terjebak dalam tenda-tenda pengungsian yang tidak memadai, tanpa perlindungan yang cukup terhadap cuaca dingin.

Krisis ini diperburuk dengan minimnya pasokan bantuan kemanusiaan. UNRWA mengungkapkan bahwa selimut dan pakaian telah terjebak di perbatasan selama berbulan-bulan karena hambatan administratif dan logistik.

Banyak keluarga, terutama anak-anak, harus menderita tanpa perlindungan yang memadai. Organisasi kemanusiaan menegaskan bahwa suplai bantuan musim dingin harus segera dipenuhi demi menyelamatkan lebih banyak nyawa, terutama anak-anak yang rentan.

Israel masih terus melancarkan serangan besar-besaran di Gaza sejak 7 Oktober 2023. Hingga kini, lebih dari 45.000 orang telah meninggal dan lebih dari 108.000 orang terluka, mayoritas di antaranya adalah wanita dan anak-anak.

Perang telah menciptakan krisis kemanusiaan dimulai krisis tempat tinggal, makanan, dan perlindungan terhadap ancaman cuaca ekstrem.

Sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi krisis ini, UNRWA mendesak negara-negara anggota PBB untuk segera memberikan bantuan kemanusiaan tanpa penundaan dan menghentikan kekerasan yang terus berlangsung, agar kondisi di Gaza bisa membaik, khususnya bagi anak-anak yang menjadi korban utama dalam perang ini.

(T.RS/S:Aljzeera)

 

You might also like