Gaza, NPC – Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza, pada Minggu (22/12/2024), mengumumkan dalam laporan harian bahwa tentara Israel telah melakukan tiga pembantaian baru terhadap keluarga-keluarga Palestina di JalurGaza. Serangan pembantaian Israel tersebut membunuh 21 orang penduduk Palestina dan melukai 51 lainnya.
Kementerian Kesehatan juga menyatakan bahwa dalam 24 jam terakhir, tentara Israel juga melakukan 4 pembantaian lagi yang membunuh 32 orang penduduk Palestina dan melukai 54 lainnya. Laporan juga menyebutkan bahwa sejumlah korban masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan atau tergeletak di jalanan, sementara tim medis dan layanan darurat kesulitan mencapai mereka karena kerusakan infrastruktur dan pengepungan, serta serangan dari tentara Israel.
Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza mencatat bahwa jumlah korban jiwa akibat serangan Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 telah mencapai 45.338 orang, sementara jumlah korban luka mencapai 107.764 orang.
Kementerian Kesehatan meminta keluarga korban dan orang yang hilang untuk melengkapi data mereka melalui prosedur yang disediakan untuk memastikan pencatatan korban perang yang tepat.
Israel Terus Menyerang, Rumah Sakit dan Medis Menjadi Target
Rumah sakit Palestina di bagian utara Jalur Gaza juga mengalami serangan udara intens sejak beberapa hari yang lalu. Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengumumkan pada hari Sabtu (21/12), bahwa tentara Israel telah membunuh lebih dari seribu tenaga medis, termasuk dokter dan perawat, sejak awal perang genosida terhadap Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023. Selain itu, sebanyak 350 tenaga medis telah ditangkap oleh tentara Israel, dan 3 di antaranya meninggal dunia dalam penahanan di penjara Israel.
PBB sebelumnya melaporkan bahwa antara November 2023 hingga April 2024, perempuan dan anak-anak menyumbang sekitar 70 persen dari jumlah korban jiwa dalam perang genosida Israel terhadap Jalur Gaza. Keadaan ini menunjukkan betapa beratnya dampak yang dirasakan oleh kalangan paling rentan di Gaza akibat agresi militer yang terus berlanjut.
Sejak tanggal 7 Oktober 2023 hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel terus melanjutkan genosida penduduk Palestina di Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat dan sejumlah kawasan di Lebanon. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.
Sementara itu, kekejaman Israel juga meningkat di Tepi Barat termasuk Yerusalem Timur, di mana lebih 822 penduduk Palestina dibunuh Israel, termasuk 146 anak-anak, sejak 7 Oktober 2023. Lebih 5.600 penduduk Palestina terluka akibat kekerasan dan kejahatan tentara dan pemukim ilegal Israel.
Israel juga melakukan pembantaian di Lebanon, dengan rutin menyerang wilayah selatan Lebanon dan bahkan menyerang Beirut, ibu kota Lebanon. Israel telah membunuh 3.962 penduduk Lebanon dan lebih dari 16.520 terluka sejak 8 Oktober 2023.
(T.FJ/S: RT Arabic, Mondoweiss)