Lindungi Permukiman Ilegal di Tepi Barat, Israel Kerahkan Senjata Canggih yang Dikendalikan dari Jarak Jauh

Yerusalem, NPC – Tentara Israel, sebagaimana dilaporkan Radio Militer Israel, pada hari Minggu (15/12/2024), sedang melakukan persiapan untuk mengerahkan senapan mesin otomatis yang dipantau dari jarak jauh untuk melindungi pemukiman Yahudi ilegal di tanah Palestina di Tepi Barat yang diduduki.

Senjata otomatis yang dikembangkan oleh Rafael Combat Systems ini akan dipasang di menara pengawas di sekitar puluhan pemukiman dan di dekat pintu masuk mereka. Senjata tersebut akan dikendalikan dari jarak jauh melalui pusat komando untuk “mencegah serangan bersenjata dan operasi infiltrasi”.

Sistem yang sama sebelumnya dipasang di perbatasan Jalur Gaza pada tahun 2008 dan dioperasikan oleh pengawas di pangkalan. Namun, sistem ini gagal mencegah pejuang dari gerakan perlawanan Islam, Hamas, untuk mendekat dan merusak pagar pembatas serta menyerang pemukiman dan pangkalan militer Israel pada 7 Oktober 2023.

Selama Operasi Badai Al-Aqsha, pejuang Palestina dari Brigade Qassam dilaporkan menggunakan drone serangan untuk menonaktifkan senjata otomatis tersebut pada jam-jam awal operasi.

Tentara Israel akan terlebih dahulu mengerahkan senjata ini di lokasi-lokasi yang mereka anggap “berisiko tinggi” dan memperluas penyebarannya ke lokasi lain seiring waktu.

Menurut laporan tersebut, Unit Pengintaian ke-636 dari Divisi Tepi Barat Tentara Israel akan mengoperasikan sistem ini. Tentara Israel dan pemukim Yahudi telah meningkatkan serangan mereka terhadap penduduk Palestina di Tepi Barat sejak dimulainya perang genosida Israel terhadap Gaza tahun lalu.

Sejak saat itu hinggaa saat ini, tentara Israel dan pemukim telah membunuh 812 penduduk Palestina dan melukai 6.500 orang di Tepi Barat. Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir telah menyediakan lebih dari 120.000 senjata api untuk pemukim Yahudi di Tepi Barat sejak pecahnya Perang Gaza.

“Lebih dari 120.000 senjata telah didistribusikan kepada warga yang memenuhi syarat, sementara puluhan ribu lainnya menerima persetujuan bersyarat. Kami berniat untuk terus memperlengkapi Israel. Itulah yang telah kami lakukan, dan itu yang akan terus kami lakukan!” kata Ben-Gvir, pemimpin Partai Kekuatan Yahudi yang berhaluan kanan, di akun X-nya pada bulan Oktober.

Ben Gvir dan politisi supremasi Yahudi lainnya mengumumkan keinginan mereka untuk menggunakan pemukim Yahudi guna mengusir penduduk Palestina asli dari Tepi Barat yang diduduki dan merampas wilayah tersebut ke Israel.

Setelah Donald Trump terpilih sebagai Presiden AS pada bulan November, Ben Gvir, yang juga merupakan penduduk pemukiman Kiryat Arba, menyatakan bahwa “ini adalah waktu untuk menyatakan kedaulatan” atas Tepi Barat.

Pada 9 Desember, setelah jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad di Suriah, Bezalel Smotrich menyerukan peningkatan pemukiman Yahudi dan pembentukan “fakta di lapangan” untuk memastikan negara Palestina tidak akan pernah terbentuk.

Sejak tanggal 7 Oktober 2023 hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel terus melanjutkan genosida penduduk Palestina di Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat dan sejumlah kawasan di Lebanon. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.

(T.FJ/S: The Cradle)

 

You might also like