Tel Aviv: Israel Lakukan 350 Lebih Serangan Udara yang Menghancurkan 80 Persen Aset Militer Suriah

Tel Aviv, NPC – Angkatan Udara Israel memanfaatkan runtuhnya pemerintahan Presiden Suriah, Bashar Al-Assad dan kehancuran tentara Suriah dengan melancarkan 350 serangan udara dalam 48 jam terakhir di Suriah, kata juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, pada Selasa (10/12/2024).

Serangan intensif tersebut menyebabkan “tidak ada yang tersisa dari aset tentara Suriah,” kata sejumlahsumber keamanan regional dan pejabat militer Suriah yang kini telah jatuh, kepada Reuters.

Sumber-sumber yang berbicara dengan agen tersebut menggambarkan serangan udara pada pagi hari Selasa (10/12) sebagai “serangan paling berat sejauh ini. Serangan ini menghancurkan instalasi militer dan pangkalan udara di seluruh Suriah, merusak puluhan helikopter dan pesawat jet, serta aset Garda Republik di dan sekitar Damaskus.”

Laporan-laporan lain dari media Israel menyebutkan bahwa serangan tersebut telah menghancurkan sekitar 80 persen aset militer Suriah. Target Israel di Suriah juga mencakup gudang misil, fasilitas manufaktur, drone, tank, radar, kapal laut, dan lainnya, kata militer Israel.

Koresponden AFP melaporkan pada hari Selasa menyebut bahwa serangan Israel di kawasan Barzeh di Damaskus sepenuhnya menghancurkan pusat penelitian kementerian pertahanan.

Sumber militer Israel mengatakan bahwa Angkatan Laut Israel melancarkan serangan bom pada hari Senin untuk menghancurkan armada angkatan laut Suriah yang ditempatkan di Teluk Minet Al-Beida dan Pelabuhan Latakia di pesisir Suriah.

Rezim Assad digulingkan pada hari Sabtu (07/12) ketika militan ekstremis dari Hayat Tahrir Al-Sham (HTS) memasuki ibu kota Suriah tanpa perlawanan.

Israel juga memanfaatkan kekacauan ini untuk menguasai wilayah tambahan di Dataran Tinggi Golan Suriah, termasuk di zona penyangga yang sebelumnya memisahkan tentara Suriah dari pasukan pendudukan Israel.

Di tengah serangan udara, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan, “Dataran Tinggi Golan akan selamanya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari negara Israel”.

(T.FJ/S: The Cradle)

 

You might also like