Jalur Gaza, NPC – 125.000 mayarakat Inggris membanjiri jalan-jalan London pada Sabtu, 30 November 2024, dalam aksi demonstrasi besar-besaran demi mendukung rakyat Palestina. Demonstrasi Nasional ke-22 untuk Palestina ini dimulai di Park Lane dan berakhir di Whitehall.
Pawai ini diselenggarakan oleh sejumlah organisasi, termasuk Palestinian Forum in Britain (PFB), Palestine Solidarity Campaign, Stop the War Coalition, Campaign for Nuclear Disarmament, Friends of Al-Aqsa, and the Muslim Association of Britain.
Unjuk rasa dilakukan setelah Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Yoav Galant atas kejahatan perang Israel terhadap rakyat Palestina.
Para pendemo menyuarakan tuntutan tegas kepada pemerintah Inggris untuk segera menghentikan dukungan terhadap “penjajah brutal” seperti Israel.
Mereka mendesak Inggris memutus hubungan diplomatik, militer, dan ekonomi dengan Israel, embargo senjata dan menjalankan kewajiban moral dan hukum dengan mematuhi surat perintah ICC dan memastikan penjahat perang Israel diadili.
Sejumlah tokoh masyarakat menyampaikan orasi penuh semangat, seperti Kim Johnson, Anggota Parlemen dari Partai Buruh, yang mengecam kebijakan luar negeri pemerintah Inggris dan menyerukan perombakan total.
Jeremy Corbyn, Anggota Parlemen Independen, mengutuk kebijakan apartheid Israel dan mengkritik kegagalan masyarakat internasional dalam meminta pertanggungjawaban atas kejahatan Israel.
Dr. Ahmad Mukallalati, seorang dokter Palestina, berbagi kesaksian mengerikan dari Gaza, menegaskan bahwa dunia harus mengambil tindakan menghentikan kekejaman Israel.
Khalid Abdalla, aktor sekaligus aktivis ternama, menyerukan solidaritas global, menempatkan perjuangan Palestina sebagai bagian dari perjuangan universal untuk keadilan bagi semua yang tertindas.
Juliet Stevenson, aktor terkenal, menekankan pentingnya aksi kolektif dalam perjuangan keadilan. Sementara Halima Begum, CEO Oxfam, menyerukan bantuan kemanusiaan segera dan solusi politik untuk mengakhiri kekerasan.
Faris Amer, perwakilan dari Forum Palestina di Inggris, mengecam keras kemunafikan pemerintah Inggris di tengah meningkatnya tekanan internasional untuk meminta pertanggungjawaban Israel.
“Saat ICC telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Benjamin Netanyahu dan Yoav Gallant, Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy justru menunjukkan penghinaan terhadap hukum internasional dengan mengulang propaganda Zionis bahwa ‘tidak ada wartawan di Gaza.’
“Propaganda ini digunakan untuk membenarkan genosida yang terjadi. Kami berdiri bersama para jurnalis Palestina yang berani mempertaruhkan nyawa untuk mengungkap kebenaran kepada dunia!”
Besarnya jumlah peserta menjadi pengingat kuat bagi pemerintah Inggris bahwa opini publik menolak keras kebijakan mereka dalam mendukung Israel. Demonstrasi ini menjadi babak baru dalam perjuangan untuk hak-hak Palestina, menunjukkan bahwa rakyat Inggris dan dunia tidak akan tinggal diam.
(T.RS/S:MEMO)