Wikipedia Akui Gaza Korban Genosida

California, NPC – Wikipedia secara resmi, baru-baru ini sebagaimana dilansir Middle East Monitor, pada Jumat (08/11/2024), menambahkan istilah “genosida Gaza” ke dalam “Daftar Genosida”. Hal ini menandai perubahan besar dalam cara ensiklopedia online terbesar di dunia mendokumentasikan agresi Israel terhadap Gaza. Penambahan ini, yang kini muncul di urutan pertama dalam daftar karena sistem kronologi terbalik, datang setelah berbulan-bulan debat intensif di kalangan editor Wikipedia.

Dalam halaman “genosida Gaza”, disebutkan bahwa “Para ahli, pemerintah, badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan organisasi non-pemerintah telah menyatakan Israel melakukan genosida terhadap rakyat Palestina selama invasi dan pemboman Jalur Gaza dalam perang yang sedang berlangsung”.

Pernyataan ini kini secara resmi mencerminkan meningkatnya debat internasional mengenai kejahatan Israel terhadap penduduk Palestina di Jalur Gaza.

Keputusan Revolusioner dalam Debat Editorial Wikipedia

Keputusan untuk secara resmi mengakui serangan di Jalur Gaza sebagai genosida mengikuti proses Request for Comment (Permintaan Komentar) yang dimulai pada bulan Juli. Selama periode ini, para editor Wikipedia memeriksa secara cermat sumber-sumber ilmiah dan bukti yang ada. Mereka yang mendukung inklusi tersebut berargumen bahwa tindakan Israel di Gaza memenuhi kriteria untuk disebut sebagai kejahatan genosida, sebagaimana diklasifikasikan oleh “ilmu yang signifikan”.

Para editor Wikipedia juga menyoroti bahwa situasi di Jalur Gaza telah mendapatkan konsensus ilmiah yang lebih kuat dibandingkan dengan beberapa genosida lainnya, seperti yang terjadi di Darfur dan Rohingya.

Pada September, editor Wikipedia asal Inggris, Stuart Marshall, membuat keputusan akhir untuk menyetujui inklusi ini, dengan tegas mendukung bahwa bukti yang ada sangat mendukung klaim bahwa Israel melakukan kejahatan genosida. Marshall menolak argumen bahwa para ahli belum mencapai konsensus mengenai apakah genosida Gaza benar-benar terjadi.

“Ini bukan hal yang dekat. Ada banyak sekali sumber ilmiah yang terhubung dalam diskusi ini yang menunjukkan dominasi jelas para akademisi yang mengatakan bahwa (genosida) ini memang terjadi,” tulis Marshall dalam keputusannya. Marshall mengakhiri keputusannya dengan pernyataan yang tegas: “Kami mengikuti para akademisi”.

Mengapa Ini Penting: Perubahan dalam Diskursus Global

Keputusan Wikipedia ini menandai momen penting dalam bagaimana diskusi global mengenai serangan Israel berkembang. Dengan mencantumkan Gaza sebagai genosida, platform ini sejajar dengan akademisi dan organisasi internasional yang menuduh Israel melakukan tindakan yang memenuhi kriteria genosida menurut hukum internasional.

Keputusan ini memicu diskusi luas mengenai keandalan sumber informasi, terutama mengenai isu Israel dan Palestina. Para editor Wikipedia juga baru-baru ini memberikan suara untuk menyatakan bahwa Anti-Defamation League (ADL), organisasi nirlaba yang berbasis di Amerika Serikat, yang didirikan pada tahun 1913 dengan tujuan utama untuk melawan anti-Semitisme, adalah sumber yang “umumnya tidak dapat diandalkan” pada topik ini, dan memasukkannya ke dalam daftar sumber yang dilarang atau sebagian dilarang.

Konsensus Akademik yang Meningkat mengenai Genosida Gaza

Penambahan Gaza dalam daftar genosida ini adalah bagian dari tren yang lebih besar dalam karya ilmiah. Banyak ahli yang menyebutkan tingginya angka kematian penduduk sipil di Gaza dan dampak yang tidak proporsional terhadap penduduk sipil Palestina sebagai indikator yang jelas dari tindakan genosida. Meskipun debat mengenai isu ini masih sangat diperdebatkan, dukungan ilmiah yang substansial untuk klaim genosida ini semakin tak terbantahkan.

Seiring diskusi tentang genosida terus berkembang, keputusan Wikipedia ini mencerminkan konsensus akademik yang semakin kuat dan kebutuhan untuk pemahaman yang jelas dan komprehensif mengenai tragedi yang sedang berlangsung di Gaza.

Genosida Berlanjut

Sejak tanggal 7 Oktober 2023 hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel terus melanjutkan genosida penduduk Palestina di Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada Kamis (07/11), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu telah meningkat menjadi sekitar 43.391 orang dan 102.357 lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan. Lebih 10.000 orang dinyatakan hilang, di tengah kerusakan besar-besaran pada bidang kesehatan dan infrastruktur, serta krisis kelaparan yang merenggut nyawa puluhan anak-anak.

Sementara itu, kekejaman Israel juga meningkat di Tepi Barat termasuk Yerusalem timur, di mana lebih 779 penduduk Palestina dibunuh Israel, termasuk 146 anak-anak, sejak 7 Oktober 2023. Lebih 5.600 penduduk Palestina terluka akibat kekerasan dan kejahatan tentara dan pemukim ilegal Israel.

Israel juga melakukan pembantaian di Lebanon, dengan rutin menyerang wilayah selatan Lebanon dan bahkan menyerang Beirut, ibu kota Lebanon. Israel membunuh 3.103 penduduk Lebanon dan lebih dari 13.856 terluka akibat serangan Israel sejak 8 Oktober 2023.

(T.FJ/S: MEMO, Mondoweiss)

 

You might also like