Israel Lanjutkan Serangan dan Penggerebekan di Tepi Barat

Yerusalem, NPC – Pasukan militer Israel, pada Senin dini hari (28/10/2024), melancarkan serangan dan penggerebekan di sejumlah kota, desa, dan kamp-kamp pengungsi di Tepi Barat. Serangan ini diwarnai dengan penangkapan sejumlah orang dan bentrokan dengan penduduk Palestina.

Pada Senin pagi, pasukan Israel menangkap dua pemuda Palestina dari desa Yatma dan menggerebek beberapa rumah di desa Qusra, selatan Kota Nablus.

Sumber lokal melaporkan bahwa pasukan penjajah Israel menyerbu desa Yatma dan Qusra, menggerebek sejumlah rumah, menggeledah, merusak isinya, dan menangkap dua pemuda dari Yatma. Pasukan Israel juga menyerbu wilayah timur kota Nablus setelah pasukan khusus menyusup ke kamp pengungsi Askar lama.

Selain itu, pasukan Israel memasuki Kota Salfit di utara Tepi Barat. Sumber lokal menyatakan bahwa pasukan Israel dalam jumlah besar menyerbu kota tersebut dan menggerebek beberapa rumah.

Di Kota Jenin, pasukan Israel menyerbu menggunakan buldoser militer dan menduduki area di Jalan Nablus. Sumber setempat melaporkan bahwa pasukan Israel menahan sejumlah pemuda di bundaran Jamil di Jalan Nablus.

Sumber-sumber lokal tersebut juga menyebutkan bahwa pasukan Israel menggerebek beberapa toko di sepanjang jalan tersebut. Pasukan penjajah Israel juga menyerbu kamp pengungsi Aqabat Jabr di Kota Jericho, utara Ramallah, dan menggerebek rumah salah satu warga di sekitar lapangan kamp.

Sementara itu, Brigade Jenin dari kelompok Saraya Al-Quds menyatakan pada Senin pagi bahwa para pejuang Palestina berhasil menghadang pasukan Israel yang menyerbu Kota Jenin dari arah Jalan Nablus dengan sejumlah tembakan.

“Para pejuang kami berada di garis barat berhasil menghadang pasukan musuh yang menyerbu di pintu masuk Al-Sila dan pintu masuk Al-Yamun, dengan tembakan yang intens,” kata Saraya Al-Quds.

Seiring dengan genosida di Jalur Gaza, militer Israel memperluas operasi militernya di Tepi Barat yang, menurut data resmi Palestina, telah membunuh lebih 760 penduduk Palestina dan melukai ribuan lainnya.

Saat militer Israel terus melancarkan penggerebekan, para pemukim Israel juga melanjutkan serangan terhadap penduduk sipil Palestina di berbagai wilayah Tepi Barat, terutama terhadap para petani yang sedang memanen buah zaitun.

Sejak tanggal 7 Oktober 2023 hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel terus melanjutkan genosida penduduk Palestina di Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada Kamis (24/10), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu telah meningkat menjadi sekitar 42.847 orang dan 100.544 lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan. Lebih 10.000 orang dinyatakan hilang, di tengah kerusakan besar-besaran pada bidang kesehatan dan infrastruktur, serta krisis kelaparan yang merenggut nyawa puluhan anak-anak.

(T.FJ/S: RT Arabic)

 

You might also like