Jakarta, NPC – Bertempat di Rumah Cikini 82, Jakarta Pusat, acara bertajuk Merajut Warisan Perjuangan Para Pendiri Bangsa untuk Palestina dan Launching Buku “Degup Cita Para Pendiri Bangsa Untuk Palestina” sukses digelar hari ini, Senin (28/10/2024) pagi. Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 13.00 WIB ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dan tokoh nasional, membahas isu Palestina yang sudah menjadi perhatian bangsa Indonesia sejak zaman para pendiri bangsa.
Dalam sambutannya, Direktur Nusantara Palestina Center (NPC), Masri Udin, menekankan bahwa isu Palestina telah menjadi perhatian para pendiri bangsa Indonesia sejak lama.
“Para pendiri bangsa kita selalu membahas pentingnya memperjuangkan kemerdekaan Palestina sebagai bagian dari komitmen internasional Indonesia terhadap keadilan dan kemerdekaan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina NPC, Abdillah Onim, menambahkan bahwa Indonesia patut bersyukur karena memiliki pemimpin baru yang berani membela Palestina. Ia menekankan pentingnya persatuan untuk meraih kemerdekaan, dengan mengambil contoh persatuan Indonesia saat berjuang melawan penjajah selama 350 tahun.
“Salah satu bentuk cinta Palestina terhadap Indonesia adalah inisiasi pengibaran bendera merah putih terbesar di Gaza saat peringatan hari kemerdekaan Indonesia,” tutur Abdillah.
Dirjen Protokol dan Konsuler Kemenlu RI, Andy Rachmianto, menyatakan bahwa acara ini sangat relevan dengan tema dan lokasi yang dipilih. Gedung Rumah Cikini 82, merupakan saksi sejarah diplomasi Indonesia, menjadi pengingat akan perjuangan para pahlawan bangsa. Andy juga menekankan komitmen Presiden Prabowo yang kuat dalam mendukung Palestina, seperti yang diutarakan dalam pidato perdananya di MPR RI.
“Kami di Kemenlu RI akan terus mendukung gerakan solidaritas dan perjuangan kemerdekaan Palestina,” ungkapnya.
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, turut memberikan apresiasi kepada NPC yang telah menggelar acara yang sangat relevan ini. Menurutnya, satu hal yang tak dapat diubah dalam konstitusi Indonesia adalah komitmen terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.
Dalam sesi launching buku, Ustadz Hadi dan Pizaro menyampaikan bahwa NPC perlu menjadi inspirasi bagi NGO lainnya di Indonesia. Selain menyalurkan bantuan, NPC juga memberikan ruang untuk edukasi, yang menurut keduanya adalah ciri khas NGO modern layaknya di luar negeri.
Acara kemudian berlanjut dengan momen yang penuh penghormatan, yaitu penyerahan piagam penghargaan kepada keluarga para pahlawan nasional. Piagam tersebut diserahkan oleh Bapak Hidayat Nur Wahid, Bapak Andy Rachmianto, Bapak Abdillah Onim, dan Bapak Masri Udin sebagai bentuk apresiasi atas jasa dan kontribusi para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan serta membangun diplomasi Indonesia, termasuk dukungan terhadap Palestina.
Penghargaan tersebut diberikan kepada perwakilan keluarga dari sepuluh tokoh penting, yaitu Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir, Prof. Mr. Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo, Sutan Sjahrir, Dr. H. Mohammad Hatta, Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka), H. Agus Salim, Dr. Mohammad Natsir, M. Zein Hassan, A.R. Baswedan, dan Prof. Teuku Muhammad Usman El Muhammady.
Kehadiran keluarga para pahlawan ini menjadi pengingat akan warisan perjuangan dan semangat mereka, yang tidak hanya berperan penting dalam kemerdekaan Indonesia, tetapi juga dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa-bangsa tertindas lainnya, termasuk Palestina.
Piagam penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas jasa para pahlawan yang turut memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Indonesia, serta kontribusi mereka terhadap solidaritas internasional, termasuk isu Palestina.
Acara diakhiri dengan sesi ramah tamah, foto bersama, dan makan siang yang berlangsung dengan penuh kehangatan. Para peserta tampak antusias dan saling berdiskusi mengenai langkah-langkah lanjutan dalam mendukung perjuangan Palestina serta menghidupkan kembali semangat para pendiri bangsa yang telah menanamkan dasar diplomasi dan kemerdekaan.
Dengan adanya acara ini, diharapkan semangat perjuangan dan solidaritas bangsa Indonesia terhadap Palestina semakin kuat, sejalan dengan komitmen dan prinsip-prinsip yang telah diwariskan oleh para pendiri bangsa.