UNRWA: Pekan Paling Berdarah bagi Warga Palestina di Tepi Barat, 691 Gugur Dalam Operasi Militer IDF

Tepi Barat, NPC – Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengungkapkan bahwa pekan lalu menjadi pekan paling berdarah bagi warga sipil Palestina di Tepi Barat sejak November 2023.

Dalam unggahan di X, Kamis (05/09/2024), UNRWA melaporkan tindak kekerasan dan kehancuran di Tepi Barat yang terjadi setiap jam yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Israel.

UNRWA menekankan bahwa situasi di Tepi Barat telah mencapai titik kritis, jumlah korban tewas semakin meningkat setiap harinya. “Dengan berlanjutnya perang di Gaza, kekerasan dan kehancuran di Tepi Barat meningkat setiap jam. Ini adalah situasi yang tidak dapat diterima dan harus segera dihentikan,” tulis UNRWA.

UNRWA megatakan bahwa pekan lalu adalah yang paling berdarah bagi warga sipil Palestina di Tepi Barat sejak November tahun lalu, dengan banyak korban tewas, termasuk 7 anak-anak.

Perang yang berlangsung di Gaza sejak 7 Oktober 2023 juga berdampak ke Tepi Barat. Militer Israel memperluas operasi militer, di saat yang sama para pemukim Israel juga melakukan tidak kekerasan terhadap warga Palestina.

Menurut data dari lembaga resmi Palestina, serangan yang dilancarkan Israel di Tepi Barat telah menyebabkan 691 warga Palestina tewas, dan 5.700 orang terluka, dan lebih dari 10.400 orang ditangkap.

Pada 28 Agustus 2024, militer Israel melancarkan operasi militer terbesar di wilayah utara Tepi Barat sejak tahun 2002. Hingga Kamis lalu, operasi ini mengakibatkan 39 orang tewas, 150 orang terluka, dan puluhan orang ditangkap, berdasarkan data resmi Palestina. Operasi militer ini awalnya difokuskan pada kota Jenin, Tulkarem, dan kamp pengungsi Al-Faraa di dekat Tubas, tetapi hingga saat ini masih terus berlangsung di Jenin dan Tulkarem.

Situasi ini semakin memburuk seiring dengan berlanjutnya agresi di Gaza dan meningkatnya serangan di Tepi Barat, yang mencakup serangan langsung terhadap warga sipil dan penghancuran rumah-rumah serta infrastruktur pemerintah.

Badan PBB tersebut memperingatkan bahwa kondisi ini akan terus memburuk jika tidak ada upaya konkret untuk menghentikan kekerasan dan mencari solusi damai.

(T.RS/S:WAFANEWS)

 

You might also like