Jalur Gaza, NPC – Gerakan perlawanan Islam Hamas, menobatkan Yahya Sinwar sebagai Ketua Biro Politik menggantikan Ismail Haniyeh yang baru saja gugur dalam serangan di Teheran, Iran, seminggu yang lalu.
Dalam pernyataan singkat yang dirilis pada hari Selasa (06/07/2024), Hamas menyatakan, “Kami menobatkan Yahya Sinwar sebagai Ketua Biro Politik menggantikan Ismail Haniyeh, semoga Allah merahmatinya.”
Menurut sumber yang berbicara kepada Al Jazeera, Sinwar dipilih dengan suara bulat melalui mekanisme pemungutan suara internal dalam gerakan Hamas.
Osama Hamdan, perjabat tinggi Hamas, menyatakan dalam wawancara dengan Al Jazeera, pemilihan Sinwar menunjukkan bahwa Hamas memahami situasi saat ini. “Sinwar telah melalui berbagai posisi dalam gerakan ini sejak masa mudanya, menjadikannya sangat layak memimpin di masa ini,” katanya.
Hamdan menambahkan bahwa meskipun penderitaan yang dialami oleh rakyat Palestina akibat kekejaman pendudukan Israel, Hamas tetap teguh baik dalam perlawanan di lapangan dan maupun dalam perjuangan di politik.
Hamdan menekankan bahwa Sinwar diterima oleh semua kalangan dan merupakan simbol kesepakatan umum. Setelah pemilihannya, akan ada sejumlah pengaturan yang dilakukan dalam tubuh Hamas.
Mengenai negosiasi tidak langsung dengan Israel tentang penghentian perang dan pertukaran tahanan, Hamdan mengatakan masih terlalu dini untuk memprediksi hasilnya, namun tim yang sebelumnya dipimpin oleh Haniyeh akan melanjutkan negosiasi di bawah Sinwar.
Lahir pada tahun 1962, Sinwar telah beberapa kali ditangkap oleh Israel dan dijatuhi hukuman seumur hidup sebanyak empat kali, dan mendekam di penjara selama lebih dari 20 tahun sebelum dibebaskan dalam kesepakatan pertukaran tahanan pada tahun 2011.
Setelah dibebaskan, ia kembali aktif dalam Brigade Izzuddin al-Qassam, sayap militer Hamas, dan terpilih sebagai pemimpin Hamas di Gaza pada tahun 2017 dan 2021.
Reaksi dari Israel
Menteri Luar Negeri Israel, Yisrael Katz, mengatakan bahwa pemilihan Sinwar sebagai pemimpin Hamas adalah alasan lain untuk menghabisinya dan menghapus organisasi tersebut dari muka bumi. Israel Broadcasting Authority menyebut pemilihan Sinwar sebagai kejutan dan pesan kepada Israel bahwa Hamas di Gaza tetap kuat dan berdiri kokoh.
Israel menganggap Sinwar sebagai arsitek serangan besar-besaran pada 7 Oktober 2023 yang menyebabkan kerugian besar bagi mereka. Israel melihat pemilihannya sebagai alasan tambahan untuk mengincarnya. Beberapa wilayah di Israel, seperti Ashkelon dan Siderot, mengeluarkan sirene peringatan menyusul pengumuman pemilihan Sinwar.
Pada 14 Desember 2023 lalu Israel dilaporkan menjajnjikan imbalan sebesar US$ 400.000 (setara dengan Rp. 6,4 Miliar) untuk kepala pemimpin Hamas Yahya Sinwar. Militer Israel menyebarkan selebaran di Jalur Gaza yang menawarkan hadiah uang tunai bagi informasi yang mengarah pada penangkapannya dan komandan kelompok pejuang Palestina lainnya.
(T.RS/S: Al Jazeera)