Israel Bom Beirut, Bunuh 3 Penduduk Sipil Lebanon dan Lukai 74 Lainnya

Beirut, NPC – Israel pada Selasa malam (29/07/2024), melakukan serangan pemboman terhadap kawasan pinggiran ibu kota Beirut, yang membunuh tiga penduduk sipil Lebanon (seorang perempuan dan dua anak-anak) dan melukai 74 orang lainnya.

Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan bahwa pencarian terus dilakukan untuk mencari orang hilang di bawah reruntuhan. Di antara 74 korban luka-luka, lima di antaranya berada dalam kondisi kritis.

Menurut Kantor Berita Lebanon, serangan Israel menargetkan kawasan sekitar Dewan Syura Hizbullah di pinggiran selatan Beirut.

Sejumlah video menunjukkan asap mengepul setelah ledakan yang mengguncang pinggiran selatan ibu kota Lebanon, Beirut. Ibu kota Lebanon hidup dalam ketegangan selama berhari-hari untuk mengantisipasi respons Israel terhadap serangan yang menargetkan Dataran Tinggi Golan yang diduduki.

Israel dan Amerika Serikat menganggap Hizbullah bertanggung jawab atas serangan itu, akan tetapi Hizbullah membantah atas serangan yang terjadi. Sejumlah analis militer menilai bahwa serangan tersebut berasal dari rudal iron dome Israel yang gagal.

Daerah perbatasan di selatan Lebanon telah menyaksikan ketegangan keamanan, baku tembak, dan pemboman rudal antara tentara Israel dan Hizbullah sejak Hamas melancarkan Operasi “Badai Al-Aqsha” pada 7 Oktober 2023 dan Israel menyatakan perang terhadap Gaza.

Hizbullah beberapa kali menegaskan bahwa selama Israel masih belum menghentikan perang dan genosida di Jalur Gaza, maka serangan dan perang dari Hizbullah Lebanon tidak akan berhenti.

Sejak tanggal 7 Oktober hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel terus melanjutkan genosida penduduk Palestina di Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.

Israel terus menerus melakukan kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional. Penduduk Palestina di Jalur Gaza hidup dalam kondisi kemanusiaan dan Kesehatan yang memprihatinkan.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada Senin (29/07), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu telah meningkat menjadi sekitar 39.363 orang dan 90.923  lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan.

Sementara itu, berdasarkan laporan pihak berwenang Jalur Gaza dan organisasi internasional, sekitar 90 persen atau sekitar 1,9 juta penduduk Palestina di Jalur Gaza terpaksa harus mengungsi setelah kehilangan tempat tinggal dan penghidupan akibat pemboman Israel.

(T.FJ/S: Palinfo)

 

You might also like