Respon Mahkamah Internasional Hentikan Serangan, Israel Malah Bombardir Rafah

Gaza, NPC – Pesawat tempur Israel, pada Jumat (24/05/2024), melancarkan serangan brutal dan belum pernah terjadi sebelumnya di kota Rafah, di selatan Jalur Gaza. Serangan ini dilakukan hanya beberapa saat setelah Mahkamah Internasional mengeluarkan keputusan yang menuntut Israel untuk mengakhiri serangan terhadap kota Rafah.

Artileri Israel juga membom sekitar Rumah Sakit Khusus Kuwait di pusat Rafah. Tentara Israel menembaki siapa saja yang mendekati pusat Rafah, dan mencegah petugas ambulans memberikan pertolongan kepada korban luka.

Al-Jazeera melaporkan bahwa serangan di berbagai wilayah Rafah, khususnya pusat kota, belum pernah terjadi sebelumnya sejak 7 Oktober. Pesawat tempur Israel terus membombardir jalan-jalan dan rumah-rumah di pusat kamp Al-Shaboura di Rafah.

Serangan artileri yang kuat juga menyasar kawasan sekitar Rumah Sakit Al-Najjar, Khirbet Al-Adas, Jalan Al-Madkha, dan Al-Geneina di kota Rafah.

Serangan Israel terjadi beberapa saat setelah Mahkamah Internasional mengeluarkan keputusan yang memerintahkan Israel untuk segera menghentikan serangannya terhadap kota Rafah, atas permintaan Afrika Selatan sebagai bagian dari tuntutan hukum komprehensif yang menuduh Tel Aviv melakukan kejahatan genosida di Jalur Gaza.

Sejak tanggal 7 Oktober hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel masih terus melanjutkan agresi terhadap Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada Jumat (24/05), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu telah meningkat menjadi 35.857 orang dan 80.293  lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan.

Sementara itu, berdasarkan laporan pihak berwenang Jalur Gaza dan organisasi internasional, lebih dari 85 persen atau sekitar 1,7 juta penduduk Palestina di Jalur Gaza terpaksa harus mengungsi setelah kehilangan tempat tinggal dan penghidupan akibat pemboman Israel.

(T.FJ/S: Palinfo)

 

 

You might also like