13 Negara Peringatkan Israel Agar Tidak Serang Rafah

Gaza, NPC – Menteri luar negeri dari 13 negara, sebagaimana dilansir RT Arabic, pada Jumat (17/05/2024), mengirim surat kepada menteri luar negeri Israel, Yisrael Katz, di mana mereka memperingatkan untuk tidak menyerang kota Rafah di selatan Jalur Gaza dan menuntut agar Israel membuka semua pintu penyeberangan perbatasan agar bantuan kemanusiaan dapat masuk ke Jalur Gaza.

Menteri luar negeri dari 13 negara, termasuk Grup 7 (G7), yang tidak termasuk Amerika Serikat, memperingatkan Israel agar tidak melakukan serangan terhadap Rafah. Para menteri menyerukan untuk memberikan lebih banyak bantuan kepada rakyat Palestina dan meminta pemerintah Israel untuk meringankan krisis kemanusiaan yang menghancurkan dan memburuk di Jalur Gaza. Para menteri luar negeri dari 13 negara meminta Israel untuk membuka semua penyeberangan perbatasan untuk bantuan kemanusiaan, termasuk penyeberangan Rafah.

Surat tersebut ditandatangani oleh para menteri luar negeri Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, Australia, Denmark, Finlandia, Belanda, Selandia Baru, Korea Selatan, dan Swedia.

Surat peringatan tersebut disampaikan setelah Menteri Pertahanan Israel, Yoav Galant, pada Kamis sebelumnya (16/05), mengumumkan akan melakukan operasi militer yang lebih intensif di Rafah dan menambah lebih banyak tentara ke kota tersebut.

Sementara itu, sejak tanggal 7 Oktober hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel masih terus melanjutkan agresi terhadap Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada Sabtu (18/05), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu telah meningkat menjadi 35.386 orang dan 79.366  lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan.

Sementara itu, berdasarkan laporan pihak berwenang Jalur Gaza dan organisasi internasional, lebih dari 85 persen atau sekitar 1,7 juta penduduk Palestina di Jalur Gaza terpaksa harus mengungsi setelah kehilangan tempat tinggal dan penghidupan akibat pemboman Israel.

(T.FJ/S: RT Arabic, Palinfo)

 

 

You might also like