Gonjang Ganjing Soal Nasib Gaza Pasca Perang, Menhan Israel Kritik Netanyahu

Tel Aviv, NPC – Menteri Pertahanan Yoav Gallant dalam pidato yang disiarkan televisi Israel, Rabu (16/05/2024), mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk tidak mencoba mendirikan pemerintahan Israel di Gaza.

Galant juga menyarankan agar Israel mendukung entitas Palestina non-Hamas yang mendapat dukungan internasional untuk memerintah Gaza pasca perang. “Ini adalah solusi terbaik untuk kepentingan Israel”, ujarnya seperti dilansir The Times of Israel.

Gallant memperingatkan bahwa jika Hamas tetap berkuasa di Gaza, mereka akan mampu bangkit kembali dan memperkuat diri, memaksa IDF untuk kembali bertempur di sana. Dia menekankan pentingnya aksi militer dan pembentukan pemerintahan alternatif dan menghindari pilihan negatif berupa pemerintahan Hamas atau pemerintahan militer Israel di Gaza.

Dia juga mengkritik Netanyahu karena tidak membahas rencana pengganti Hamas dalam sesi kabinet keamanan sejak Oktober. Keputusan untuk tidak bertindak, menurut Gallant, sama saja dengan memilih opsi yang negatif, yang akan mengikis pencapaian militer Israel, mengurangi tekanan pada Hamas, dan merusak peluang pembebasan sandera.

Menurutnya, pendirian pemerintahan militer di Gaza akan menjadi beban utama bagi keamanan dan militer Israel selama bertahun-tahun mendatang, yang harus dibayar dengan darah prajurit dan ekonomi yang besar.

Gallant mengakhiri pidatonya dengan menyerukan kepada Netanyahu untuk membuat keputusan tegas dan menyatakan bahwa Israel tidak akan menjalankan pemerintahan sipil atau militer di Gaza.

Beberapa jam sebelumnya, Netanyahu menyatakan bahwa diskusi tentang masa depan Gaza tidak relevan hingga Hamas dikalahkan. Netanyahu juga menolak gagasan menggantikan Hamas dengan Otoritas Palestina yang didominasi Fatah.

Menanggapi ucapan Menteri Pertahanan Israel, Pemimpin Oposisi Israel, Yair Lapid menuduh pemerintahan Netanyahu kehilangan kendali dan mengatakan bahwa selama Netanyahu berkuasa, Israel tidak akan mampu memenangkan perang melawan Hamas.

“Pemerintahan Netanyahu telah kehilangan kendali,” tulis Lapid di platform X. “Tentara Israel terbunuh setiap hari di Gaza dan mereka bertengkar di televisi. Kabinet terpecah dan tidak berfungsi. Menteri melakukan aksi protes di depan rapat kabinet.”

“Satu kabinet mengirim konvoi bantuan kemanusiaan dan yang lain membakarnya. “Hubungan dengan AS hancur, kelas menengah hancur, mereka telah kehilangan koalisi di utara. Anda tidak bisa terus seperti ini. Israel tidak akan menang dengan pemerintah ini,” tulisnya seperti dilansir The Times of Israel.

(T.RS/S:THETIMESOFISRAEL)

You might also like