Kuasai Perbatasan Rafah, Tentara Israel Kibarkan Bendera Israel di Tiang Penyeberangan Rafah

Gaza, NPC – Setelah menguasai perbatasan Rafah di sisi Palestina yang memisahkan Jalur Gaza dari wilayah Mesir, pada Selasa (07/05/2024), tentara Israel dalam tanyangan video memperlihatkan sedang mengibarkan bendera Israel di tiang pintu penyeberangan perbatasan Rafah.

Dalam klip video yang diterbitkan oleh surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth, tampak dua tentara Israel, di mana salah satunya sedang bekerja mengibarkan bendera di salah satu tiang bendera, sementara yang lain sedang memasang bendera di tali untuk persiapan pengibaran di tiang bendera lainnya.

Pada pagi Selasa, tentara Israel mengumumkan bahwa pasukan Brigade 401 telah mengambil alih penyeberangan Rafah di sisi Palestina dan memotong jalan antara penyeberangan tersebut dengan Jalan Salahuddin.

Tank dan tentara Israel menerobos kota Rafah pada pagi Selasa setelah Tel Aviv mengumumkan bahwa tawaran gencatan senjata yang diajukan oleh kelompok perlawanan Palestina tidak memenuhi tuntutan Israel. Pemerintah Israel menegaskan akan melanjutkan serangan yang telah lama mereka ancam.

Kelompok perlawanan Palestina, meminta gencatan senjata permanan, penarikan mundur semua tentara Israel dari Jalur Gaza, pemulangan semua sandera dan tawanan Palestina di penjara Israel. Palestina juga meminta akses bantuan kemanusiaan dibuka ke Jalur Gaza, agar bisa membangun kembali Jalur Gaza yang sudah hancur akibat genosida Israel. Namun, Israel menolak gencatan senjata permanen dan penarikan semua pasukan militer dari Jalur Gaza.

Komisaris Jenderal Lembaga Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, mengatakan bahwa setiap serangan militer Israel terhadap kota Rafah di selatan Jalur Gaza akan menambah tragedi semakin bertambah parah bagi penduduk Palestina di Jalur Gaza dan akan meningkatkan kelaparan di kalangan penduduk dan pengungsi.

Sementara itu, Mesir mengutuk operasi militer Israel di kota Rafah dan dampak akibat kendali Israel atas penyeberangan Rafah di sisi Palestina.

“Eskalasi berbahaya ini mengancam hidup lebih dari satu juta penduduk sipil Palestina yang bergantung pada pintu penyeberangan ini. Ini adalah jalur utama Jalur Gaza dan jalan keluar yang aman bagi korban luka dan orang sakit untuk mendapatkan perawatan, serta jalur masuknya bantuan kemanusiaan dan bantuan kepada saudara-saudara Palestina kita di Jalur Gaza,” kata Kementerian Luar Negeri Mesir.

Sejak tanggal 7 Oktober hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel masih terus melanjutkan agresi terhadap Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza. Israel terus menerus melakukan kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada Selasa (07/05), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu telah meningkat menjadi sekitar 34.789  orang dan 78.204  lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan.

Sementara itu, berdasarkan laporan pihak berwenang Jalur Gaza dan organisasi internasional, lebih dari 85 persen atau sekitar 1,9 juta penduduk Palestina di Jalur Gaza terpaksa harus mengungsi setelah kehilangan tempat tinggal dan penghidupan akibat pemboman Israel.

(T.FJ/S: RT Arabic)

 

 

You might also like