Jalur Gaza, NPC – Palestina merupakan sebuah negeri yang terletak di benua Arab, dihimpit oleh negara Yordania, Mesir dan dataran tinggi Golar yang berbatasan langsung dengan Libanon, sedangkan batas pantai berbatasan dengan Ciprus Yunani.
Negeri Palestina termasuk dalam Bumi Syam atau Negeri Syam. Pasca runtuhnya Khilafah Utsmaniyah, Negeri Syam dipecah menjadi beberapa negara yang terdiri dari Yordania, Palestina, Libanon dan Suriah.
Awal bulan Oktober menjadi bulan keberuntungan bagi petani di Negeri Syam khususnya di Palestina. Masa-masa ini merupakan masa panennya berbagai hasil bumi yang ada di tanah berkat tersebut.
Sebelum tahun 1948, para petani Palestina bebas berdagang hasil pertanian mereka seperti kurma, mangga, stroberi serta berbagai jenis buah dan sayur ke luar negeri atau ke negeri tetangga.
Sejak tahun 2007 silam, Israel memberlakukan blokade atas wilayah-wilayah di Palestina, salah satunya adalah wilayah Jalur Gaza. Blokade atau okupasi (pengepungan) terjadi dari semua arah, baik dari laut, darat, maupun udara. Blokade telah mempersempit ruang gerak warga Gaza untuk berpergian, berobat, menuntut ilmu, haji, umrah maupun berdagang menjual hasil panen.
Bulan Oktober 2020 merupakan bulan pertama panen buah dan sayur semenjak mewabahnya Covid-19 di Gaza. Diketahui hingga kini tak kurang dari 15 warga Gaza meninggal dan ribuan terpapar Korona, perekonomian ambruk dan lumpuh, bantuan kemanusiaan bagi keluarga duafa hampir tak masuk ke Gaza.
Situasi tersebut berimbas pada daya beli masyarakat utamanya dalam membeli buah dan sayur, sementara kini di Gaza sedang musim kurma, mangga, anggur, stroberi dan sayur mayur. Hasil panen berlimpah, para petani bersusah payah mengolah ladang dengan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, sedangkan masyarakat nyaris tidak mampu membeli sayur dan buah terutama keluarga duafa, anak yatim dan para janda syuhada.
Abo Anwar petani kurma asal Deir Balah saat berbincang dengan Tim NPC di Gaza, Abdillah Onim, mengungkapkan perbedaan nasib petani di Gaza dengan di Indonesia. Di Indonesia, lanjut Abo Anwar, para petani saat melihat hasil tani yang berlimpah hati mereka senang, riang gembira. Namun beda halnya dengan di Gaza, buah kurma berlimpah bergelantungan akan tetapi dalam hati petani Gaza selalu merasa panik; panik hasil panen tak terjual, panik harga anjlok, panik warga tak mampu beli, panik waktunya panen tiba-tiba terjadi perang.
“Dan saat ini puncak kepanikan dirasakan oleh seluruh petani di Palestina. Belasan tahun diblokade dan tersiksa, kini ditambah dengan virus Corona, warga tak mampu beli hasil panen. harga jatuh, sedangkan para petani sudah mengeluarkan biaya tidak sedikit untuk pemeliharaan tanaman pohon kurma,” katanya sambil menggapai pohon kurma yang buahnya menjulur ke tanah.
Kondisi yang dialami petani Palestina membuat lembaga filantropi asal Indonesia, Nusantara Palestina Center (NPC) tak tinggal diam melihat kesengsaraan mereka, musim panen buah-buahan memotivasi NPC untuk meluncurkan program perdana “Dari Petani Duafa Bagi Keluarga Duafa, From Farm Poor to Family Poor.” Program ini merupakan ikhtiar untuk mengembalikan ketahanan pangan petani Gaza dan pemberdayaan petani Gaza.
Maka dari itu lahirlah program Wakaf Kurma Palestina, hasil panen kurma tidak dijual keluar atau ke Indonesia karena akses dari dan keluar tertutup. Namun mekanisme kerja program ini ialah dengan cara bahwa NPC memborong hasil panen atau membelinya dengan harga tinggi dan ada kesepakatan sebelum panen saat buahnya masih hijau, tatkala musim panen tiba maka dipanen oleh NPC dan selanjutnya pada hari yang sama hasil panen dibagikan secara gratis kepada keluarga duafa di Gaza seperti anak yatim, fakir miskin, para janda dan para penghafal Alquran di Gaza.
Perdana Wakaf Kurma Palestina, NPC membeli kurma dengan total 12 Ton, dibagikan ke beberapa titik wilayah seperti Gaza Utara, Gaza City dan Gaza Tengah dengan jumlah penerima wakaf 700 kepala keluarga duafa di Gaza.
Sebagai awal dari program, harga per tandan kurma Rp.80.000,00 , sedekah Rp.20.000, satu tandan terdapat 500 biji hingga lebih dari 1000 biji kurma, satu tandan kurma akan bertahan selama 20 hari kedepan.
Selain program Wakaf Kurma Palestina, NPC juga telah membuka program Wakaf Stroberi Palestina, Wakaf Mangga Palestina, Wakaf Sayur Palestina, Wakaf Air Minum Palestina.
__________
Nomor Rekening Dukungan Kemanusiaan Rakyat Palestina:
#Syariah Mandiri 7129 5596 88
#BNI Syariah 6900 0090 97
#BNI 6900 0900 89
#BRI 0442 0100 1313 307
#BCA 1656 0095 95
Semua A.n: Nusantara Palestina Center
Konfirmasi : 08119944496