Krisis Gandum, Warga Gaza Berbagi dengan Tetangga

Jalur Gaza, NPC – Di tengah pandemi virus Corona, Nusantara Palestina Center (NPC) Indonesia melaksanakan aksi sosial bagi-bagi gandum kepada warga Gaza di Palestina.

Sejak tanggal 5 hingga 12 April 2020, NPC secara berkesinambungan melangsungkan kegiatan penyaluran bantuan kemanusiaan dan aksi sosial tersebut.

Bantuan gandum ini diperuntukkan bagi keluarga miskin dan dhuafa Palestina. Pembagian gandum diharapkan dapat meringankan beban warga Gaza dalam menghadapi musibah global berupa pandemi virus corona atau Covid-19.

Aksi bagi-bagi gandum gratis ini dilaksanakan di Khan Yunis yang terletak di Gaza Selatan, Deir Balah di Gaza Tengah, Bait Lahiya di Gaza Utara dan Jabalia Camp di Gaza Utara.

Terkait dengan penerimaan bantuan kemanusiaan ini, NPC membagikan masing-masing kepada kepala keluarga (KK)  50 Kg gandum atau senilai dengan Rp. 400.000,00.  Gandum ini akan dijadikan stok makanan selama satu bulan ke depan untuk 500 KK.

Diketahui gandum merupakan makanan pokok warga Gaza yang akan diolah menjadi roti bakar tawar. NPC ingin mengambil bagian penting dalam upaya membantu perekonomian warga Gaza yang terdampak wabah virus corona.

Mengingat terbatasnya stok gandum, maka dengan terpaksa,  tidak sedikit dari warga Gaza yang harus rela berbagi.  Mereka membagi satu karung gandum dibagi untuk dua kepala keluarga duafa.

Ahmad seorang warga Khan Yunis di Gaza Selatan mengungkapkan dalam situasi sulit seperti ini pihaknya harus berbagi dengan yang lain.

“Dalam situasi sulit seperti ini kami harus berbagi dengan saudara lainnya,” ungkapnya.

Dalam situasi sulit sedimikian rupa dan serba kekurangan, ia menambahkan bahwa pihaknya bersyukur kepada Allah atas segala kebaikanNya. Kedati jarak memisahkan, Allah telah menggerakkan hati saudara-saudara Muslim Indonesia untuk peduli dan membatu warga Palestina.

“Walau bagian kami berkurang akan tetapi Allah Maha Baik kepada hambaNya. Buktinya saudara jauh kami di Indonesia masih ingat terhadap kami ini, bahwa Allah selalu membuka hati dan orang-orang baik di Indonesia untuk selalu peduli kepada Palestina,” tandas Ahmad.

Bantuan gandum ini merupakan bentuk simpatik dari para donatur NPC yang berhasil dikumpulkan untuk disalurkan guna mendukung misi-misi kemanusiaan di Palestina.

Pendiri sekaligus Dewan Pembina NPC, Abdillah Onim, menggarisbawahi pihaknya sebagai lembaga filantropis akan tetap menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina.

“Kami tetap menyalurkan bantuan untuk keluarga duafa di seluruh wilayah Gaza,” tegas Bang Onim sapaan akrab Abdillah Onim.

Sudah 19 hari  Palestina memberlakukan lockdown. Hal ini dalam rangka memutus mata rantai penyebaran dan penularan virus corona. Kondisi tersebut, makin membuat warga GAza gigit jari dan menjerit.

Jalur Gaza merupakan bagian dari teritori Palestina dengan luas wilayah 367 km² atau kurang lebih seluas wilayah DKI Jakarta. Dengan jumlah populasi kurang lebih dua juta jiwa, warga Gaza hidup dibawalah blockade Israel. Akibatnya sendi perekeoniman benar-benar tak tertolong serta semua akses keluar sangat sulit dan terbatas.

Di masa blokade bantuan kemanusian sangat minim masuk ke wilayah Gaza, kini ditambah lagi dengan mewabahnya virus corona. Per tanggal 8 April 2020, tercatat 263 warga Palestina positif terinfeksi Covid-19, sembuh 44 orang, di karantina 1,750 orang lebih dan meninggal 1 orang. Jumlah tersebut termasuk yang di wilayah Jalur Gaza.

Kini warga Gaza harus menghadapi situasi yang sangat sulit yakni krisis bahan-bahan makanan seperti gandum, krisis air minum, krisis listrik, krisis bahan bakar minyak, krisis obat-obatan, krisis sembako dan berbagai krisis kebutuhan lainnya.

You might also like