London, NPC – Akademisi terkemuka asal Inggris, Profesor David Miller menyatakan bahwa Israel adalah dalang dibalik kerusuhan di Inggris. Dia juga menuduh Tommy Robinson, seorang aktivis sayap kanan yang terkenal dengan pandangan ekstremnya, sebagai provokator utama di balik kekerasan ini.
Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Selasa (13/08/2024), Miller menyatakan bahwa Tommy Robinson memiliki hubungan erat dengan gerakan Zionis. Dia dan kelompoknya sengaja menyebarkan propaganda untuk merusak nama baik komunitas muslim di Inggris, dan menghilangkan simpati masyarakat Inggris terhadap penderitaan rakyat Palestina yang sedang menghadapi genosida di Gaza.
Miller mengungkapkan bahwa tudingan Robinson bahwa imigran muslim Inggris terlibat dalam kasus penikaman, menjadi dalang utama dalam kerusuhan dan menimbulkan gelombang kerusuhan di berbagai wilayah di Inggris.
Miller juga menjelaskan bahwa Robinson sudah lama menjalin hubungan mesra dengan kelompok sayap kanan ekstrim yang berhubungan dengan gerakan Zionis. Menurut Miller, organisasi ini pertama kali muncul pada tahun 2009 dan menerima dukungan finansial dari berbagai kelompok Zionis.
Kelompok sayap kanan dikenal mempromosikan gagasan bahwa Islam adalah ancaman bagi peradaban Barat. Israel mendanai gerakan ini sebagai bagian dari strategi mereka untuk menekan komunitas Muslim di Inggris dan Eropa.
Lebih lanjut, Miller menyatakan bahwa Robinson dan kelompoknya telah menerima pendanaan dari berbagai sumber di Amerika Serikat, Kanada, dan Israel. Salah satu organisasi yang disebutnya adalah Middle East Forum, sebuah kelompok yang berbasis di Philadelphia yang menurut Miller terlibat dalam mempromosikan Islamofobia.
Robinson secara terang-terangan menunjukkan dukungannya terhadap Israel ketika dia berkunjung ke wilayah yang diduduki Israel pada tahun 2016. Dia menyebut bahwa Robinson berfoto dengan tank Merkava Israel dan mengenakan kaos bertuliskan “IDF” (Israel Defense Forces). Bahkan, Robinson menyatakan bahwa jika terjadi perang, dia akan bertempur bersama Israel.
Aksi bentrok massal di Inggris bukanlah semata-mata akibat masalah migrasi atau rasisme, melainkan bagian dari agenda Zionis yang lebih besar. Israel tidak terima jika dukungan untuk Palestina terus meningkat di Inggris, terutama setelah peristiwa 7 Oktober. Karena itu mereka berusaha merusak nama baik umat Islam dengan memicu kekerasan melalui orang-orang seperti Robinson.
Lebih lanjut, Miller juga mengkritik terminologi seperti “terorisme Islam” yang sering digunakan dalam menetapkan kebijakan kontra-terorisme. Menurutnya, istilah-istilah ini berasal dari konsep yang diciptakan oleh para pemikir Zionis dan telah mempengaruhi kebijakan internasional selama beberapa dekade.
Miller mengakhiri wawancaranya dengan menyatakan bahwa satu-satunya cara untuk mencapai perdamaian dan stabilitas adalah dengan mengalahkan Zionisme. Dia menyarankan agar Israel dibubarkan dan digantikan oleh negara Palestina yang merdeka, serta mendorong pembubaran kelompok-kelompok Zionis di seluruh dunia.
Pernyataan Miller menimbulkan reaksi keras di kalangan politisi dan masyarakat Inggris, yang sebagian besar mengecam Miller atas tuduhannya yang dianggap tidak berdasar dan berbahaya. Meskipun demikian, Miller bersikeras bahwa pandangannya didasarkan pada bukti yang kuat dan bahwa masyarakat internasional perlu menyadari ancaman yang ditimbulkan oleh Zionisme.
David Miller adalah seorang sosiolog asal Inggris yang penelitian dan publikasinya berfokus pada Islamofobia dan propaganda. Miller pernah menjabat sebagai Profesor Sosiologi di University of Strathclyde (2004–2011) dan University of Bath (2011–2018), serta sebagai Profesor Sosiologi Politik di University of Bristol (2018–2021). Ia juga merupakan salah satu pendiri dan co-director dari perusahaan nirlaba Public Interest Investigations (PII).
(T.RS/S: Al Jazeera)