JAKARTA TIMUR, NPC — Nusantara Palestina Center (NPC) bersama Pusat Teritorial Angkatan Darat (PUSTERAD) TNI AD menggelar pelatihan budidaya ikan nila menggunakan sistem bioflok bagi lingkungan pondok pesantren di kompleks PUSTERAD, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (8/8/2026).
Pelatihan tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas pesantren dalam mengembangkan sumber pangan sekaligus membuka peluang kegiatan produktif yang dapat mendukung kemandirian ekonomi. Peserta berasal dari unsur pengelola dan lingkungan pesantren.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi dan praktik mengenai tahapan budidaya ikan nila dengan sistem bioflok. Materi mencakup persiapan kolam, pengelolaan kualitas air, pemberian pakan, pemeliharaan ikan, hingga pengelolaan budidaya.
Pelatihan disampaikan oleh Wisnu sebagai instruktur. Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan TNI AD.
Sistem bioflok merupakan salah satu metode budidaya ikan yang mengandalkan pengelolaan mikroorganisme di dalam air untuk membantu mengoptimalkan pemanfaatan limbah organik. Metode ini dapat diterapkan pada lahan yang relatif terbatas dan membutuhkan pengelolaan air secara terukur.
Bagi pesantren, budidaya ikan dapat dikembangkan sebagai bagian dari kegiatan produktif yang terintegrasi dengan kebutuhan pangan. Pada tahap awal, hasil produksi dapat diarahkan untuk memenuhi sebagian kebutuhan konsumsi di lingkungan pesantren. Jika produksi berkembang, hasil budidaya juga berpotensi dipasarkan.
Berpotensi Mendukung Pangan Pesantren
Ketua Yayasan Pondok Pesantren AATIBS mengapresiasi pelatihan tersebut. Ia menilai keterampilan budidaya ikan dapat dikembangkan sebagai salah satu bagian dari penguatan ketahanan pangan di lingkungan pesantren.
“Harapannya, ini bisa menjadi modal pangan bagi dapur pondok pesantren sehingga sangat bermanfaat dalam menguatkan ekosistem, khususnya pangan bagi santri, guru, dan berbagai stakeholder,” ujarnya.
Menurut dia, pemberdayaan pesantren perlu disertai penguatan pengetahuan dan keterampilan. Dengan demikian, pelatihan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan sesuai kondisi masing-masing pesantren.
Pengetahuan teknis mengenai budidaya juga diharapkan dapat menjadi modal bagi pengelola pesantren untuk mengembangkan kegiatan produktif serta membagikan keterampilan tersebut kepada masyarakat di sekitar pesantren.
Dari Produksi Pangan ke Peluang Ekonomi
Direktur Eksekutif NPC Masri Udin mengatakan pelatihan budidaya ikan nila merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan NPC melalui kolaborasi dengan PUSTERAD TNI AD.
“Pada momentum semarak kemerdekaan ini, kami melaksanakan program pemberdayaan pondok pesantren yang berkolaborasi dengan PUSTERAD TNI AD melalui pelatihan budidaya ikan nila dalam rangka mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan di lingkungan pondok pesantren,” kata Masri.
Ia mengatakan pesantren memiliki potensi untuk mengembangkan kegiatan produktif yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan. Keterampilan budidaya, menurut dia, dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk mengembangkan kemandirian tersebut.
“Harapannya, hasil dari budidaya ini nantinya dapat mencukupi kebutuhan pondok pesantren. Selain itu, ilmu yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.
Masri menekankan bahwa pemberdayaan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan sarana, tetapi juga peningkatan kemampuan penerima manfaat dalam mengelola dan mengembangkan program.
Dengan pendekatan tersebut, pelatihan diharapkan menghasilkan dampak yang lebih panjang. Pesantren tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai teknik budidaya, tetapi juga memiliki peluang untuk mengembangkan produksi sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan masing-masing.
Perlu Pendampingan Berkelanjutan
Pengembangan budidaya ikan di lingkungan pesantren tetap membutuhkan pengelolaan dan pendampingan agar kegiatan dapat berjalan secara konsisten. Faktor seperti kualitas air, pemberian pakan, kepadatan ikan, kesehatan ikan, serta pengelolaan hasil produksi menjadi bagian penting dalam menentukan keberhasilan budidaya.
NPC berharap program tersebut dapat dilanjutkan melalui pendampingan, monitoring, dan evaluasi terhadap hasil budidaya. Penguatan kapasitas pengelola juga diperlukan agar kegiatan tidak berhenti pada tahap pelatihan.
Jika produksi dapat berjalan dan berkembang, budidaya ikan berpotensi membentuk rantai kegiatan mulai dari peningkatan keterampilan, produksi pangan, pemenuhan sebagian kebutuhan pesantren, hingga kemungkinan pengembangan usaha.
Dengan demikian, ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi dapat dikembangkan secara bertahap sesuai kemampuan pesantren.
Pelatihan yang digelar NPC bersama PUSTERAD TNI AD tersebut menjadi salah satu bentuk pemberdayaan berbasis keterampilan. Keberlanjutan program akan sangat bergantung pada kemampuan pengelola dalam menerapkan pengetahuan yang diperoleh, mengelola produksi, serta melakukan evaluasi dan pengembangan usaha.