Gaza, NPC – Berdasarkan laporan yang diterbitkan New York Times pada hari Senin (02/11/2024), tentara Israel mulai membangun pangkalan di tengah Jalur Gaza, setelah menghancurkan ratusan bangunan milik penduduk Palestina.
Berdasarkan analisis gambar satelit yang dilakukan New York Times, selama beberapa bulan terakhir, tentara Israel telah memperluas kehadirannya di tengah Jalur Gaza. Tentara Israel menghancurkan lebih dari 600 bangunan untuk membangun zona penyangga sambil memperluas jaringan pangkalan militer yang dilengkapi dengan menara komunikasi dan pertahanan.
Rencana Israel untuk Penguasaan Jangka Panjang di Gaza
Menurut pejabat-pejabat Israel yang diwawancarai oleh New York Times, tentara Israel mempersiapkan diri untuk mengendalikan Jalur Gaza dalam jangka waktu yang panjang. Berdasarkan gambar satelit, kontrol Israel atas jalan Netzarim diperluas menjadi wilayah seluas 18 kilometer persegi yang kini berada di bawah kendali mereka.
Kekhawatiran Tentang Masa Depan Gaza Pasca Perang
Menurut para ahli militer, langkah-langkah ini dapat bertujuan untuk menguasai Gaza bahkan setelah perang berakhir, dan mungkin untuk menstabilkannya. Pernyataan serupa juga telah diungkapkan oleh para menteri pemerintah Israel baru-baru ini. Perluasan ini menambah spekulasi mengenai rencana Israel untuk masa depan Gaza, yang mana para pemimpin Israel telah berjanji untuk mempertahankan kontrol keamanan atas Gaza meskipun perang telah usai, meski mereka tidak menjelaskan secara rinci apa maksud dari pernyataan tersebut.
Analis militer Israel berpendapat bahwa peningkatan infrastruktur di sepanjang koridor Netzarim mungkin menjadi bagian dari tujuan tersebut. Juru bicara tentara Israel, Nadav Shoshani, mengatakan bahwa tentara Israel telah memperluas pengaruhnya dalam beberapa bulan terakhir di wilayah yang terletak di kedua sisi jalur Netzarim yang panjangnya sekitar 4,3 mil, untuk memudahkan tugas pasukan Israel dalam mempertahankan area tersebut.
Genosida Berlanjut
Sejak tanggal 7 Oktober 2023 hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel terus melanjutkan genosida penduduk Palestina di Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat dan sejumlah kawasan di Lebanon. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada Kamis (28/11), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu telah meningkat menjadi sekitar 44.330 orang dan 104.933 lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan. Lebih 10.000 orang dinyatakan hilang, di tengah kerusakan besar-besaran pada bidang kesehatan dan infrastruktur, serta krisis kelaparan yang merenggut nyawa puluhan anak-anak.
Sementara itu, kekejaman Israel juga meningkat di Tepi Barat termasuk Yerusalem Timur, di mana lebih 796 penduduk Palestina dibunuh Israel, termasuk 146 anak-anak, sejak 7 Oktober 2023. Lebih 5.600 penduduk Palestina terluka akibat kekerasan dan kejahatan tentara dan pemukim ilegal Israel.
Israel juga melakukan pembantaian di Lebanon, dengan rutin menyerang wilayah selatan Lebanon dan bahkan menyerang Beirut, ibu kota Lebanon. Israel telah membunuh 3.767 penduduk Lebanon dan lebih dari 15.669 terluka sejak 8 Oktober 2023.
(T.FJ/S: RT Arabic, Mondoweiss)