BANDUNG, NPC — Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Nusantara Palestina Center (NPC) meresmikan Program Desa Madani Nusantara di Kelurahan Cipadung Wetan, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026). Bersinergi dengan Program Kampung Zakat Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), program ini memprioritaskan penguatan literasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Peresmian yang berlangsung di Aula Kelurahan Cipadung Wetan itu melibatkan unsur Kemenag, pemerintah kecamatan dan kelurahan, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Panyileukan, para ketua rukun warga (RW), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta pegiat komunitas dan literasi setempat.
Kepala Cabang NPC Provinsi Jawa Barat, Syifa Susilawati, mengatakan pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) oleh NPC tidak hanya diarahkan untuk bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina, tetapi juga untuk mendukung pemberdayaan masyarakat di Indonesia.
Melalui Desa Madani Nusantara, NPC berupaya mengembangkan program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi lokal. Namun, besaran alokasi dana, jumlah penerima manfaat, serta indikator keberhasilan program di Cipadung Wetan belum disampaikan dalam materi kegiatan.
Syifa menjelaskan, pada 2026 NPC mengembangkan Desa Madani Nusantara yang bersinergi dengan Kampung Zakat di enam wilayah, yakni Aceh, Jakarta, Bekasi, Bandung, Garut, dan Palopo, Sulawesi Selatan.
Prioritaskan Literasi dan Pemberdayaan Ekonomi
Pada tahap awal di Cipadung Wetan, program tersebut akan berfokus pada sektor pendidikan dan ekonomi. Di bidang pendidikan, kegiatan yang direncanakan mencakup pengembangan perpustakaan kelurahan dan Program Beasiswa Sedia Cerdas.
Pengembangan perpustakaan ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap sumber pengetahuan, sedangkan program beasiswa diharapkan mendukung keberlanjutan pendidikan penerima manfaat. Jumlah buku yang akan disediakan, mekanisme seleksi penerima beasiswa, nilai bantuan, dan jadwal pelaksanaan belum dijelaskan.
Di sektor ekonomi, NPC merencanakan program Maggotpreneur, yakni budidaya maggot yang dikembangkan melalui pendekatan kewirausahaan. Program ini diarahkan untuk membuka peluang usaha produktif dengan memanfaatkan sampah organik sebagai bahan budidaya maggot.
Meski demikian, materi peresmian belum memuat informasi mengenai skala usaha yang akan dikembangkan, jumlah warga yang dilibatkan, kebutuhan modal, ataupun target pendapatan peserta. Data tersebut diperlukan untuk mengukur jangkauan dan potensi dampak ekonomi program.
Kemenag Sebut Sejalan dengan Program Kampung Zakat
Kepala Seksi Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Kota Bandung, Dr. KH. Ucup Pathuddin Al Ma’arif, menjelaskan bahwa Desa Madani Nusantara yang dikembangkan NPC memiliki orientasi dan kerangka pemberdayaan yang sejalan dengan Program Kampung Zakat Kemenag RI.
Menurut Ucup, Desa Madani Nusantara merupakan identitas program yang dikembangkan secara internal oleh NPC, sedangkan Kampung Zakat merupakan program yang diinisiasi Kemenag RI. Keduanya memiliki orientasi pada optimalisasi dana zakat untuk pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ucup menambahkan, pelaksanaan program di Cipadung Wetan pada 2026 akan dimulai melalui dua dari lima program inti Kampung Zakat, yakni pemberdayaan ekonomi dan pendidikan. Pelaksanaan secara bertahap tersebut diharapkan menjadi dasar untuk mengembangkan program pada sektor lain.
Pernyataan tersebut menegaskan adanya kesamaan orientasi kedua program. Namun, rincian pembagian peran antara NPC dan Kemenag, mekanisme koordinasi, serta bentuk dukungan masing-masing pihak belum diuraikan dalam materi peresmian.
Pemerintah Kecamatan Berharap Program Berkelanjutan
Camat Panyileukan, Yayan, berharap pelaksanaan Desa Madani Nusantara tidak berhenti pada kegiatan peresmian, tetapi berlanjut secara konsisten dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kelurahan Cipadung Wetan.
Lurah Cipadung Wetan juga menyambut kehadiran program tersebut. Kolaborasi dengan NPC diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah kelurahan dalam meningkatkan kesejahteraan warga melalui pengembangan potensi dan sumber daya setempat.
Keberlanjutan program akan bergantung pada pelaksanaan kegiatan, ketersediaan sumber daya, keterlibatan masyarakat, serta evaluasi hasilnya. Hingga materi peresmian disusun, belum tersedia data mengenai jadwal implementasi, target capaian, sistem pemantauan, dan mekanisme evaluasi program.
Desa Madani Nusantara di Cipadung Wetan menjadi bagian dari upaya NPC mengembangkan pendayagunaan dana ZIS melalui pemberdayaan masyarakat. Realisasi program pendidikan dan ekonomi tersebut akan menjadi aspek penting untuk menilai sejauh mana kolaborasi dengan Kampung Zakat mampu memperluas akses pendidikan, menciptakan peluang usaha, dan mendukung kemandirian ekonomi warga.