Beirut, NPC – Jumlah korban agresi Israel di Lebanon sejak 2 Maret 2026 mencapai 4.358 orang gugur dan 12.359 lainnya terluka, menurut data terbaru Kementerian Kesehatan Lebanon yang dirilis Sabtu, 5 September.
Dalam beberapa hari terakhir, sedikitnya empat orang gugur dan 34 lainnya terluka akibat serangan Israel di sejumlah wilayah Lebanon. Serangan tersebut terutama menyasar kawasan di Lebanon selatan.
Militer Israel menyatakan serangan terbaru dilakukan sebagai respons atas jatuhnya sebuah pesawat nirawak yang menurut Israel diluncurkan oleh kelompok Hizbullah ke arah pasukan Israel yang beroperasi di wilayah yang disebut Tel Aviv sebagai “zona keamanan” di Lebanon selatan.
Dengan tambahan korban tersebut, Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat bahwa total korban sejak 2 Maret hingga 5 September 2026 mencapai 4.358 orang gugur dan 12.359 orang terluka.
Total Korban Sejak Oktober 2023
Jika dihitung sejak awal eskalasi konflik pada 8 Oktober 2023, jumlah korban akibat serangan Israel di Lebanon jauh lebih tinggi. Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat sedikitnya 8.925 orang gugur dan 30.595 lainnya terluka dalam periode tersebut. Angka itu mencakup korban akibat serangkaian serangan Israel terhadap berbagai wilayah Lebanon selama hampir tiga tahun terakhir.
Serangan Berlanjut di Lebanon Selatan
Serangan Israel terus berlangsung meskipun sebelumnya telah tercapai kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat pada 26 Juni 2026.
Kesepakatan tersebut mengatur penarikan pasukan Israel secara bertahap dari wilayah Lebanon serta pengerahan tentara Lebanon di kawasan yang ditinggalkan oleh pasukan Israel. Namun, serangan udara Israel di Lebanon selatan tetap berlanjut setelah kesepakatan tersebut.
Israel menyatakan operasi militernya berkaitan dengan aktivitas Hizbullah. Dalam perkembangan terbaru, Israel mengklaim bahwa anggota Hizbullah meluncurkan pesawat nirawak ke arah pasukannya yang berada di wilayah yang disebut sebagai zona keamanan.
Israel Masih Kuasai Sejumlah Wilayah
Selain serangan udara, keberadaan pasukan Israel di sejumlah wilayah Lebanon selatan masih menjadi persoalan. Israel menguasai sejumlah kawasan di Lebanon selatan. Sebagian wilayah tersebut telah mengalami pendudukan Israel selama beberapa dekade, sementara wilayah lainnya dikuasai setelah konflik bersenjata yang berlangsung pada 2023–2024.
Kondisi tersebut membuat pelaksanaan kesepakatan penarikan pasukan menghadapi tantangan di lapangan. Sementara serangan masih berlangsung, masyarakat di Lebanon selatan terus menghadapi risiko korban jiwa dan kerusakan akibat operasi militer.
Dengan korban yang telah mencapai 4.358 orang gugur dan lebih dari 12.000 lainnya terluka sejak Maret 2026, eskalasi tersebut menunjukkan besarnya dampak serangan Israel terhadap masyarakat Lebanon, meskipun telah terdapat kesepakatan yang seharusnya membuka jalan bagi penarikan pasukan Israel dan penguatan kontrol pemerintah Lebanon di wilayah selatan.