Gaza, NPC – Kementerian Dalam Negeri Gaza mengutuk keras pembunuhan Kepala Polisi Gaza Utara, Abdul-Nasser al-Maqadmeh. Langkah Israel yang gencar menargetkan aparat kepolisian ini dinilai sebagai upaya sengaja untuk memicu kekacauan di Jalur Gaza.
Dalam pernyataan resminya pada Sabtu lalu, pihak kementerian menegaskan bahwa Al-Maqadmeh gugur saat menjalankan tugas publiknya—melindungi dan melayani warga sipil di tengah kecamuk perang. Ia menambah daftar panjang korban; setidaknya 53 anggota kepolisian Gaza, dari jajaran komandan hingga perwira, telah tewas akibat serangan langsung Israel ke fasilitas, patroli, dan personel mereka sejak gencatan senjata Oktober.
Pembunuhan Al-Maqadmeh sendiri menyusul serangan mematikan di kantor polisi Jabalia pada 14 Juli lalu yang merenggut nyawa tujuh petugas. Salah satunya adalah Wakil Direktur Yamen Obaid, yang baru saja dinyatakan meninggal dunia akibat luka parah yang dideritanya.
Menanggapi situasi ini, Kementerian Dalam Negeri Gaza mendesak komunitas internasional dan negara-negara mediator untuk segera turun tangan. Mereka menuntut tekanan tegas terhadap Israel agar menghentikan penyerangan terhadap aparat polisi—lembaga sipil yang dilindungi hukum internasional dan memegang peranan krusial dalam menjaga ketertiban serta mengurus kebutuhan warga di Gaza.
(T.RA/S: PIC)