Kekerasan Israel Meningkat di Tepi Barat: Pemukim Yahudi Racuni Domba Palestina

Yerusalem, NPC – Pemukim Yahudi meracuni hewan ternak milik penduduk Palestina di desa Al-Mughayyir dekat Ramallah pada Sabtu (22/11/2025), di tengah berlanjutnya penggerebekan, penahanan, dan pembunuhan oleh Israel di Tepi Barat yang diduduki.

Dalam sebuah penggerebekan di wilayah Al-Khalail, para pemukim meracuni kawanan domba milik petani Palestina, Rizq Abu Naim, sehingga tiga ekor mati, demikian dilaporkan kantor berita WAFA yang mengutip sumber-sumber lokal.

Pemukim kolonial Israel secara rutin menargetkan desa Al-Mughayyir, termasuk membakar mobil, mencoretkan slogan-slogan rasis, mencuri peralatan pertanian, serta menggembalakan ternak mereka di lahan milik penduduk Palestina untuk menghancurkan mata pencaharian penduduk desa tersebut.

Dalam insiden serupa pada akhir bulan lalu, rekaman CCTV menunjukkan pemukim Israel menyembelih domba saat menyerang desa Palestina Al-Samu dekat Hebron. Para pemukim kolonial Israel membunuh dan melukai 10 hewan, memukulnya dengan tongkat, melemparkan balok beton berat, dan mencungkil mata mereka.

Pemukim kolonial Israel juga menyerbu sebuah rumah penduduk sipil Palestina, menggunakan gas air mata, dan merusak properti.

Serangan-serangan tersebut mengingatkan pada operasi yang dilakukan pasukan Yahudi terhadap penduduk Palestina pada 1948. Milisi Zionis pra-negara dilaporkan meracuni sumur-sumur di desa Palestina sebagai bagian dari operasi perang biologis yang dikenal sebagai “Cast Thy Bread,” menurut laporan Harretz pada 2022.

Pada Jumat (21/11), pemukim Yahudi yang didampingi tentara Israel menggusur beberapa hektare lahan Palestina di desa Iraq Burin, selatan Nablus. Tentara dan pemukim mencabut lebih dari 200 pohon serta menghancurkan dinding penahan dan jaringan air di lahan milik warga Fathi Ahed Faqih, Omar Talal Qaddous, dan Ahmed Muhammad Qaddous.

Serangan-serangan ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengusir penduduk Palestina dari tanah mereka dan membuka jalan bagi permukiman Yahudi.

Dalam sebuah penggerebekan pada Sabtu (22/11), tentara Israel memukuli dua bersaudara Palestina, Baha (33 tahun) dan Issa (32 tahun), di rumah mereka di kota Zatara, timur Bethlehem.

Pasukan penjajah Israel juga menahan dan menginterogasi puluhan penduduk Palestina pada hari yang sama dalam penggerebekan di wilayah Hebron. Tentara Israel menyerbu beberapa wilayah di kota Beit Ummar, menggeledah dan merusak banyak rumah, serta menahan lebih dari 30 penduduk Palestina selama beberapa jam.

Para lelaki tersebut ditahan di halaman sebuah pabrik batu bata dekat rumah keluarga Walid Sabarna, salah satu dari dua penduduk Palestina yang ditembak mati pada Selasa malam (18/11) di dekat permukiman ilegal Gush Etzion, selatan Bethlehem.
Menurut sumber Israel, kedua pria tersebut tewas setelah “serangan tabrak dan tikam” yang menewaskan seorang pemukim dan melukai tiga lainnya.

Pada 20 November, pasukan penjajah Israel membunuh dua remaja Palestina, Sami Ibrahim Mashaikha (16 tahun) dan Amr Khaled Al-Marboua (18 tahun) dalam penggerebekan malam hari di kota Kfar Aqab dekat Ramallah. Keduanya ditembak dan kemudian meninggal akibat luka-luka mereka. Tentara Israel mengambil posisi di jalan-jalan dan di atas bangunan kota sebelum melepaskan tembakan ke arah penduduk Palestina.

Laporan terbaru dari National Public Radio (NPR) di AS menyatakan bahwa “ketika dunia menyoroti Gaza, para pemukim di Tepi Barat merebut tanah dan meneror desa-desa Palestina tanpa konsekuensi hukum”.

Laporan itu mencatat bahwa sejak berkuasa pada Desember 2022, Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, telah membagikan jumlah senjata yang belum pernah terjadi sebelumnya kepada pemukim kolonial Yahudi di Tepi Barat yang diduduki sebagai bagian dari upaya untuk melakukan pembersihan etnis terhadap penduduk Palestina dan mencaplok wilayah Tepi Barat ke Israel.

(T.FJ/S: The Cradle)

 

You might also like