New York, SPNA – Dewan Keamanan PBB, Rabu (24/06), mengadakan pertemuan khusus membahas rencana pencaplokan Israel terhadap Tepi Barat.
“Kita sedang mengahadapi ancaman Israel untuk menguasai sebagian wilayah Tepi Barat.” Ucap Sekjen PBB Antonio Guterres. Ia menjelaskan bahwa hal itu telah membuat keresahan di masyarakat Palestina, sebagian warga Israel dan masyarakat di belahan dunia lainnya.
“Apabila Israel melakukan agendanya, maka ha tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Internasional dan menjadi ancaman serius bagi perdamaian Timur Tengah.” Tambahnya. Ia mengajak Israel untuk tidak menjalankan rencana busuknya tersebut.
Selain itu Antonio juga memaparkan kondisi terakhir yang terjadi di Palestina. Seperti krisis ekonomi yang dialami pemerintah setempat, ancaman corona serta berkurangnya bantuan dari luar negeri.
Pesan kecaman terhadap Israel juga disampaikan Utusan PBB untuk Urusan Perdamaian Timur Tengah, Antonio Guterres. “Tidak ada alasan membiarkan Israel untuk melakukan rencana pencaplokannya.” Keputusan Israel itu menurutnya akan memberikan banyak dampak negatif bagi kehidupan warga Palestina.
Sebagaimana diketahui bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu telah berulang kali mengumumkan kainginannya untuk mencaplok wilayah Tepi Barat. Rencana penjajahan terbaru Israel itu disebutkan akan berlangsung awal bulan nanti.
Menanggapi pernyataan Netanyahu tersebut, pemerintah Palestina melakukan perlawanan keras dengan memutuskan seluruh kerja sama dengan Israel. Termasuk kerja sama dalam bidang keamanan.
Berikut delapan fakta rencana pencaplokan Israel:
(T.HN/S: Arabic. Sputniknews)